Jalan Pulang (END)

Jalan Pulang (END)

  • WpView
    Reads 862
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 25, 2024
WpInfo
Fanfic
BTS
"Aku nggak punya rumah." "Cari rumah baru kalo gitu." "Emang boleh?" "Boleh." Matanya tersenyum indah. "Kalo rumah kamu rusak, cari rumah yang baru. Kalo rusak lagi, cari lagi sampe kamu ketemu rumah yang aman, nyaman dan nggak nuntut apa-apa." Sampai ketemu jalan untuk pulang setelah melarung banyak kesakitan dan kehilangan. ------------------------------ ------------------------------ Riga tak pernah menyangka, ia akan satu kelompok observasi dengan Rhea, gadis yang selama ini membuatnya penasaran karena sering duduk sendirian di bangku tribun belakang saat ia dan timnya unjuk diri di depan ring basket. Namun, siapa sangka kedekatannya malah membuka cerita lama yang coba dikubur dalam-dalam. Lebih dari itu, pertemuannya dengan Rhea membuka rangkaian benang kusut cerita para sahabatnya. Terlepas dari peliknya kehidupan Riga, cerita ini adalah awal mula dari kisah 7 anak manusia dengan segala kisah-kasih yang berharap bisa jadi pelajaran bagi banyak orang. Apa-apa yang jadi bagian dari cerita ini, termasuk visual dan lokasi cerita, hanyalah fiksi dan bersifat pendukung. Namun, akan tetap jadi bagian yang tak terpisahkan dari isi cerita. Selamat membaca. Cover pic: Pinterest
All Rights Reserved
#60
ceritaunik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus]
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • Resital Sunyi (End)
  • Mungkin Suatu Hari Nanti
  • ZiAron [END]
  •  ANATHA
  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • About Naskala [on going]

"Dasar anak tak berguna!" "Pembunuh! Mati aja sana!" "Apa gunanya orang sepertimu kelak? Mending musnah aja dari sini sekarang juga!" "Hahaha ... sudah tak ada lagi seorang pun yang peduli padamu!" Ucapan yang terus terdengar di pendengaran gadis itu, sosok-sosok bayangan hitam terus mengelilinginya, berbicara kasar dan mengolok. Tertawa terbahak-bahak, menghina. "Enggak! Enggak! Aku bukan orang yang seperti itu, aku bukan orang itu! Bukan aku! Itu bukan aku! Bukan aku!" gumam gadis itu, yang membuatnya semakin takut. KRINGGG... KRINGGG... "Aaaarrrggh!!!" teriaknya ketakutan. Apa yang akan terjadi? Kenapa dia dihina? Siapakah sebenarnya mereka? Penasaran? Baca kelanjutannya, ya. Jaga kesehatan kalian kawan, sekeluarga.😁

More details
WpActionLinkContent Guidelines