"Jangan pernah menyakiti hati penulis atau kamu akan abadi dalam karyanya."
Aku menyukai kalimat itu yang entah pernah lihat atau baca di mana. Tapi, tak pernah kupikir sebelumnya bahwa hal tersebut akan menimpaku. Aku tahu, aku bukan penulis. Aku hanya memiliki hobi menulis, dan memang sudah pernah menerbitkan salah satu karya. Namun, tak pernah kubayangkan akan membuat suatu kisah dari seseorang yang kini ku namai sebagai kenangan. Aku hanya ingin ia abadi dalam karyaku, walau tak bisa kumiliki di kehidupan nyata.
Ingatanku tentangnya tak pernah hilang. Mungkin akan membekas seumur hidup. Namun, dia hanya kenangan, sedangkan, aku punya perjalanan yang layak ku abadikan juga.
"Ada hal yang ingin ku ulang kembali, aku tidak ingin mengenalmu."
_________
"Saat aku membaca bahwa jangan pernah menyakiti hati penulis, atau kamu akan abadi dalam karyanya. Dan, ketika memutuskan untuk menuliskan kisah tentangnya, aku memang membencinya, tapi aku ingin mengenangnya."
----------
Cover by pinterest
Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru.
Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam.
Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin.
Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih?
Highest Ranking
#1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026
#1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026
#7 out of 1.5K Romansa 17/01/2026
#3 out of 365K Cinta 18/01/2026