Bukan Penganut Zigas

Bukan Penganut Zigas

  • WpView
    LECTURAS 100
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, mar 7, 2023
WpInfo
Ficción
Romance
Dira seorang perantau yang tidak betah dengan kumuh nya jakarta dan galak nya senior di tempat kerja, kemudian berubah pikiran untuk bertahan karena seseorang yang menjadi sahabat ketika berdua namun mengaku jadi pacarnya ketika di depan teman dan lingkungan tempat tinggalnya. "Aku mau makan di...., " "Aku.. aku..," ulang Ken dengan nada mengejek, "gue Diraaa, ini tuh jakarta! gue bukan aku." koreksi Ken membuat dira sebal sekaligus senang karena Ken mengatakan langsung dari pada teman-temannya yang lain hanya menertawakan dia ketika mendengar logat jawa nya yang kental ketika berbicara. "Kenalin! gue Ken pacar Dira." Ken memperkenalkan diri pada tetangga Dira. "Kenalin! om Ken, pacarnya tante Dhira." Ken memperkenalkan diri depan anak tetangga. "Awas-awas," Ken ngusir cowok resek yang mau modus ke Dira, "gue aja yang nimbang sama Dira," ucap Ken sambil menggeser posisi cowok di depan Dira. Tapi di percakapan lain antara Ken dan sahabatnya Dira tak sengaja mendengar, "gue sahabatan sama dia, gue nggak mau pacaran sama Dira, Tapi kalau nikah gue mau sama Dira." what the fuck Ken buat Dira sakit kepala!
Todos los derechos reservados
#661
ken
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Harapan Bunga Terakhir
  • Jo dan Mita (Buaya Vs Macan PMS)- Na Jaemin|| Sudah Terbit Novel
  • Love Maze
  • Love Race (REVISI)
  • Rindu
  • DRABIA [END]
  • RAFA(Rain Rafa)
  • There's Love In My Friendzone
  • Teman Hidup [TAMAT]
  • About a Diandra Story

"abang!... aku dapet penghargaan loh" Teriak gadis Kecil mengejar lelaki dewasa didepannya lelaki yang di panggil abang itu hanya merespon delikan mata "abang mau kemana?,, " "ara ikut ya" mata itu menyorot tajam bak elang yang akan membunuh gadis mungil yang berdiri di depannya "lo!... bisa DIEM gak!!!.. " Bulir airmata menggenang di pelupuk iris mata terangnya "ta'ap'i.. ara.. " "shitt' diem." dengan sorot tajam menahan amarah suara itu kembali membuat gadis itu bungkam bersamaan dengan jatuhnya bulir bulir airmata yang dipendam gadis Kecil itu. ⋆ ˚。୨୧˚˚୨୧。˚ ⋆ ' Menyerah ' Satu kata yang slalu berkeliaran dipikiran nya, apakah ia harus menyerah pada titik ini?? sedangkan ribuan pertanyaan Dan harapan masih setia bersemayam dipikiran nya Tidak adil baginya yang tidak tahu menahu titik permasalahanya tapi mengapa ia yang mendapat kesialan ini, satu kata yang slalu tertanam " PEMBUNUH " itulah kata yang slalu orang orang lemparkan pada diri nya... Gadis Kecil yang dulu slalu mengharapkan kasih sayang walau sekedar pelukan, nyatanya itu tidak ia dapatkan sampai kini ia kokoh berdiri sendiri menatap hamparan bintang dilangit dengan tatapan sendu, akankah semesta mendukung nya? _ apakah gadis Kecil itu bisa mewujudkan harapannya? .. _ Atau ia akan kalah akan takdir yang seolah tidak mendukung keinginan nya ? • • • _plagiat dilarang mendekat_ Dilarang garis besar Murni cerita sendiri tanpa Ada campur cerita lain Tahap revisi..... @meesyaa

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido