CRUEL MAFIA PRISONER

CRUEL MAFIA PRISONER

  • WpView
    LETTURE 305
  • WpVote
    Voti 14
  • WpPart
    Parti 8
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, nov 15, 2022
"Aku mohon, berikan aku waktu sebentar lagi untuk melunasi semua hutang itu," lanjut dengan memohon. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ "Jangan ke sini, Nak. Lari! Larilah melalui pintu belakang! Cepat lari!" ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ "Kau pilih mana, ikut denganku atau melihat peluru di dalam pistol ini bersarang di kepala kedua orang tuamu?" ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ "Jangan sakiti Daddy dan Mommy, aku akan ikut denganmu, tapi aku mohon jangan sakiti orang tuaku," ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Mau tau kelanjutannya?
Tutti i diritti riservati
#25
klasik
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Eliinaa
  • Harumi (END)
  • Raine Van De Hunter's
  • BAD GOOD FATHER (END)
  • GRIZELLE [Completed]
  • SHORT STORY
  • 𝐍𝐎𝐓𝐇𝐈𝐍𝐆 𝐅𝐋𝐎𝐖𝐄𝐑 { 𝐂𝐎𝐌𝐏𝐋𝐄𝐓𝐄𝐃 }
  • D'TOPENG
  • LOVE UNITES US
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti