Kalm: Rood

Kalm: Rood

  • WpView
    Reads 2,287
  • WpVote
    Votes 136
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Sep 22, 2025
"Saya datang hanya untuk memastikan. Saya harus kembali kepada istri saya." Pria matang dengan tatapan tajam itu, adalah seorang pengacara paling dihormati. Aroma tubuhnya yang maskulin menusuk indera penciuman, membuat beberapa wanita terpikat akan pesonanya. Hanya Catherine Nour Harlie, wanita satu-satunya yang membenci dan bersikap acuh padanya. Meskipun pernikahan yang telah diatur ini telah berjalan selama tiga bulan. Sikap angkuh dan bijaknya tetap ada. Seolah mendominasi hubungan mereka. Series I Ramons Delrick Catherine Nour Harlie
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pregnant With Mr. Gay (SELESAI)
  • Adored You
  • Hello My Love
  • Call It What You Want (END)
  • Marriage Blues (COMPLETED)
  • Ten out of Ten by morriganmercy (Terjemahan)
  • Dark Times (Adult Content) [Available On Google Books]
  • Harta, Tahta, Dendam Cinta!
  • The Secret Of Abi's Life ✓
  • Falling In Dutch

Shaila Delova perempuan berusia 25 tahun yang merupakan lulusan terbaik di kampusnya. Tetapi hal itu tidak menjamin kehidupannya akan jauh lebih baik. Kebutuhan ekonomi membuatnya harus mau tidak mau menjual dirinya selama semalam. Dengan tawaran uang yang tidak main-main. Siapa yang tidak tergoda kala kantong kering meronta-ronta. Shaila menerima ajakan temannya untuk melacurkan dirinya selama semalam dan menerima uang untuk menyambung hidupnya di London. Tawaran uang yang menggiurkan membuat Shaila iya iya saja. Tanpa memikirkan kelanjutannya. Terlalu polos adalah kata yang tepat untuknya. Mudah terjebak dan tak memikirkan mungkin akan terjerembab. Ikuti kisahnya sekarang juga ya *-*-* "Aku... Ingin pulang" ucap Shaila terbata dan sebuah senyuman muncul di sudut bibir Mr. Floyd. "Kau tidak tau aturan mainnya, Shaila" ucapnya lagi yang membuat kernyitan terlihat di kening Shaila. Mr. Floyd melangkahkan kakinya mendekati Shaila dan berhenti satu langkah di depannya. Dengan sedikit menundukkan tubuhnya wajah Mr. Floyd dan Shaila hanya berjarak beberapa senti. Shaila sama sekali tidak memiliki ruang gerak. Walaupun untuk melangkahkan kakinya ke belakang satu langkah. Tubuhnya benar-benar terkurung di antara tubuh Mr. Floyd dan dua pengawal di belakangnya. "Kau kubayar mahal bukan untuk satu malam. Melainkan kau kubeli untuk waktu yang tak ditentukan" bisik Mr. Floyd yang membuat Shaila seakan dihantam oleh air dingin. *-*-* Image cover by pinterest - Kemungkinan banyak sama ya -

More details
WpActionLinkContent Guidelines