GAMON
  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 31, 2022
Stop!! "Stopp ngikutin gue bngst." "Ayo balikan" Ajak cowok itu tanpa basa-basi. "Elo gila ya? "Gu-gu-gue gabisa lupain lo, gua nyesel, gue pengen balik kaya dulu lagi. "Balik aja Lo sendiri, gue mah ogah." Ucapnya menohok hati Chandra ~Chandra Mahessa~ Sekarang tinggal penyesalan lah yang aku dapatkan, aku telah menyakitimu tapi aku tidak pernah berhenti untuk terus mencari maaf darimu, agar kamu tahu bahwa aku sangat menyesali itu. ~Billa Arkatama~ Mengucapkan maaf memanglah mudah yang susah itu memaafkan dan melupakan kesalahanmu. JANLUPA SEBELUM LANJUT FOLLOW DULU BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT 🤗🤗 📢 MENGANDUNG KATA-KATA KASAR TIDAK DISARANKAN UNTUK DITIRU. 28 Oktober 2022
All Rights Reserved
#484
ceritafiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why you Comeback
  • The Perfect Boy
  • 00.00
  • 02.00
  • Avoid Cold Boy // SELESAI✔️
  • RAMA [END]✓
  • BUTA ARAH [END]
  • LARAS[Sudah Terbit]
  • Diriku Adalah Diriku [END]
  • SLOWLY

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines