Ooh My Belle

Ooh My Belle

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 8, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Apa yang kamu lakukan disitu?! Jika kamu jatuh kamu bisa mati! Turunlah!" Ribelle tidak bergeming. "Menjauh lah, aku memang mau mati." Ribelle terlihat sangat kacau, kenangan Gibran semasa kecil seketika muncul hingga telinganya berdenging. Gibran mencoba mengendalikan diri. "Turunlah, setiap masalah pasti ada solusinya. Kamu tidak harus mengakhiri hidup hanya karena kamu merasa masalah itu terlalu berat. Kamu pasti.." "Pergilah kamu tidak perlu ikut campur urusanku. Aku memang ingin mati, anggap saja kamu tidak pernah melihat ini. Lagi pula kamu bukan siapa-siapa bagiku, aku hanya ingin yang menyelamatkanku saat ini adalah orang terdekatku." Ujar Ribelle dengan tatapan lurus dan nada yang menyiratkan keputusasaan. "JADILAH MILIKKU!" Kalimat itu terlontar begitu saja dari mulut Gibran. "Mulai saat ini dan seterusnya aku akan selalu menemani kamu apapun yang terjadi." Ujar Gibran. "Seperti masa kecil kita dulu. Jadilah seperti Ribelle-ku yang dulu. Turunlah, Ribelle!" Lanjutnya. Ribelle melihat ke arah Gibran, kenangannya semasa kecil mulai terlintas kembali di ingatannya, tanpa sadar air mata meluruh melalui pipinya begitu saja "Jadilah milikku, Ribelle."
All Rights Reserved
#697
trending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Melodies [END]
  • Just a Friend [COMPLETED]
  • AILEEN & REGAN [TELAH TERBIT]
  • The Oddlove
  • ZARNOSA
  • Husband In Second Life ✓
  • My Lil Girl [COMPLETED]
  • HANCUR! [END].

Terkadang seseorang memiliki harapan yang tidak dapat diungkapkan, namun ada tiga hal yang akan selalu mendengarkan harapan itu: Tuhan, lilin, dan bintang jatuh. Itulah mengapa kita selalu berdoa kepada Tuhan, mengucapkan harapan pada saat ulang tahun, dan memohon pada bintang jatuh. --- "Apa yang kau lakukan padanya?" Reina tertawa sarkas mendengar itu. "Kau seharusnya bersyukur aku tidak menancapkan pisau itu di dadanya." Reina menunjuk-nunjuk dada itu sebelum tangannya ditepis kasar. "Stay away from her!" "Jika itu yang kau mau, maka berhentilah mendekatinya. Bukankah aku sudah bilang, kau hanya milikku seorang, jika aku tidak bisa memilikimu, maka tidak ada orang lain yang boleh memilikimu. "Aku bisa melukainya lebih lagi jika kamu mau!" teriak Reina kembali tertawa sarkas. --- "Ambulans! Cepat panggil ambulans!" Darah itu terus mengalir membasahi bajunya. Tangannya yang dingin terangkat menyentuh air mata yang mengalir turun membasahi pipinya. Suara itu memanggil namanya semakin keras saat pandangannya menjadi gelap. (c) 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines