U-turn

U-turn

  • WpView
    Reads 975
  • WpVote
    Votes 242
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 18, 2023
WpInfo
Fanfic
Seventeen
Penerimaan adalah satu-satunya yang tidak Alea miliki di usianya yang ke dua puluh tujuh tahun ini. Gadis itu kerap kali bertanya-tanya apa hidup akan berjalan lebih baik saat mesin waktu itu betulan ada dan bisa memperbaiki banyak kesalahan. Sampai suatu pada Alea terbangun karena gaduh suara orang-orang diluar kamarnya. Betapa terkejutnya ia saat membuka pintu kamarnya, ia sambut oleh pemandangan anggota keluarganya yang memenuhi ruang tamu alih-alih kekosongan seperti biasa. "Alessa, ayo cepetan sarapan nanti kamu telat sekolah!" Seru seorang lelaki paruh baya. "Kak essa ayolah, aku udah dihukum kemarin gara-gara kakak" Alea terdiam, dia ingat betul semalam dirinya adalah gadis berusia dua puluh enam tahun sebatang kara tapi pagi ini? Sayangnya ini bukan awal kehidupan indah yang Alea harapkan melainkan seluruh mimpi buruk yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
All Rights Reserved
#272
office
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Meja Redaksi [SUDAH TERBIT]
  • Androphobia Love ✔
  • MY BOY IS A "CRIMINAL" [18+] : KIM MINGYU
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • Gangnam Avenue 9
  • Hujan Yang Tak Pernah Reda (HIATUS)
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Asmaraloka

Suara bising yang berasal dari dapur di lantai bawah, belum juga membuat Ruis yang sudah membuka mata tersadar penuh. Ia sedang punya keringanan sehingga bisa meninggalkan salat Subuh dan tertidur sampai matahari meninggi. Kesadaran kembali seratus persen setelah netra menangkap sosok lain yang juga tertidur dengan kepala di atas meja, tepat di sebelahnya. Mata membola tatkala meyakini ini bukan mimpi. "Aaaaa!" pekiknya. Sosok itu membuka sebelah mata. "Tidur lagi. Kita berangkat agak siangan aja." Ruis terpaku sesaat dengan duduk yang sudah tegak. Rasanya malu dengan para laptop yang terbuka dan tak tertata rapi di sana. Entah bagaimana bisa dia tertidur di sini bersama seorang laki-laki. "Aku ... pindah ke dalam. Laptopnya bakal aku tutup semua." Ruis segera beranjak, mematikan dan oleh menutup dua puluh laptop di meja satu per satu. Lalu, dia meninggalkan laki-laki yang kembali tertidur pulas setelah menyuruh dirinya tidur kembali. Gila. Bisa hilang waras aku kalau lama-lama satu kerjaan sama dia! Update tiap Rabu dan Minggu @orizuru_ & Leo Media

More details
WpActionLinkContent Guidelines