U-turn

U-turn

  • WpView
    Reads 974
  • WpVote
    Votes 242
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 18, 2023
Penerimaan adalah satu-satunya yang tidak Alea miliki di usianya yang ke dua puluh tujuh tahun ini. Gadis itu kerap kali bertanya-tanya apa hidup akan berjalan lebih baik saat mesin waktu itu betulan ada dan bisa memperbaiki banyak kesalahan. Sampai suatu pada Alea terbangun karena gaduh suara orang-orang diluar kamarnya. Betapa terkejutnya ia saat membuka pintu kamarnya, ia sambut oleh pemandangan anggota keluarganya yang memenuhi ruang tamu alih-alih kekosongan seperti biasa. "Alessa, ayo cepetan sarapan nanti kamu telat sekolah!" Seru seorang lelaki paruh baya. "Kak essa ayolah, aku udah dihukum kemarin gara-gara kakak" Alea terdiam, dia ingat betul semalam dirinya adalah gadis berusia dua puluh enam tahun sebatang kara tapi pagi ini? Sayangnya ini bukan awal kehidupan indah yang Alea harapkan melainkan seluruh mimpi buruk yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
All Rights Reserved
#476
ikhlas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANOI 1894 - The Disastrous Ritual
  • Satu Hati, Dua Generasi
  • Gangnam Avenue 9
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Hujan Yang Tak Pernah Reda (HIATUS)
  • Androphobia Love ✔
  • A Miracle Of Love Story
  • MY BOY IS A "CRIMINAL" [18+] : KIM MINGYU

Urai tak jera mencari perhatian pemuda pujaan hatinya. Sementara Deka selalu sinis dan sarkastis pada Urai yang menurutnya tukang pembuat onar. Sampai akhirnya sebuah anomali alam membuat kedua insan itu terlempar ke dalam portal gaib. Mendadak, mereka terjebak dalam situasi genting. "Kenapa pakaian mereka seperti pakaian orang Dayak zaman dulu?" bisik Urai. "Aku juga nggak tahu," balas Deka. "Deka, kita di mana sebenarnya?" Urai meremas lengan pemuda di sampingnya. "Rai, aku takut masalah kita bukan cuma di mana kita, tapi di tahun berapa." Mata Urai membelalak. "Ki-kita kembali ke masa lalu?" Belum sempat menjawab, Deka merasakan hantaman keras di bagian belakang kepala. Alam sekitar seketika menjadi gelap. Samar-samar ia mendengar jeritan Urai meminta tolong. . . nataliafuradantin ~ 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines