BERTAUT RASA

BERTAUT RASA

  • WpView
    LETTURE 452
  • WpVote
    Voti 194
  • WpPart
    Parti 18
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, dic 27, 2024
Embun yang mengikuti alur hidup seperti air, Gema si lelaki seperti red Velvet yang mempunya sifat aneka rasa. Seperti red Velvet, perpaduan berbagai rasa yang unik. Dan Biru, lelaki melow namun Embun sayang. Ketiganya seperti perpaduan red Velvet yang saling bertaut. ________ "Kata Bapak.... Kami semua memiliki nama yang mengandung air, dan menurutnya air adalah komponen terpenting," "Dan menurut aku, kita punya cara tersendiri untuk melindungi orang-orang yang kita sayang. Termasuk ka Gema, bebas kok mau benci sebagaimana pun itu hak kakak . . . . Tapi, apa pantas membenci aku yang hanya sebagai perantara?" Gak papa, wajar!. Mungkin, ini juga takdir. Bukan hanya takdir aku sebagai anak kedua yang terlahir tidak seperti saudara-saudara aku . . . . Tapi, ini kemungkinan juga takdir jika aku pantas di benci dari pada di sayang. Terimakasih ka Gema, sudah mengenalkan kebencian sedahsyat ini. ____________
Tutti i diritti riservati
#138
reporter
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Promise or Leave
  • The Honeymoon Is Over [FIN]
  • 12 Energi Alam ✅
  • DEVCHA
  • The Symphony of Gema
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Thirty Five (Completed)
  • Don't Talk About Money
  • Retrouvailles

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti