We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Apocalypse Begain

Apocalypse Begain

  • WpView
    Reads 1,067
  • WpVote
    Votes 368
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 3, 2022
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Pada akhirnya dunia telah jatuh dalam kekacauan, bukan hanya manusia harus bertarung melawan zombie tapi manusia juga harus tetap waspada terhadap manusia lain yang bahkan lebih mengerikan dari pada zombie. Di mana keegoisan, keserakahan dan masih banyak sifat buruk manusia lainnya yang naik kepermukaan. Moral dan kemanusiaan telah hilang, sesuatu yang bahkan tidak bisa untuk mengisi perut. Entah seperti apa masa depan akhirnya. Dunia yang dulu damai kini penuh dengan pengkhianatan, tangisan dan sikap apatis, ada kalanya suami yang mendorong istrinya untuk diumpankan pada zombie demi membeli waktu agar bisa melarikan diri. Atau sepasang kekasih yang saling meninggalkan demi orang lain yang lebih baik, harga diri tampaknya lebih murah. Ada juga yang saling membunuh demi seteguk makanan, yah nyawa manusia sepertinya tidak lagi berharga, wanita yang hanya bisa bergantung pada laki-laki jika dia lemah dan mudah diintimidasi, anak-anak yang sulit tumbuh di lingkungan yang keras, ditinggalkan atau bahkan berjuang sendirian. Tapi mungkin setiap orang masih memiliki harapan yang sama, semoga ketika matahari terbit besok dunia akan menjadi lebih baik meski hanya mereka yang kuat yang bisa bertahan dari seleksi alam ini.
All Rights Reserved
#117
virus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bumi Kelabu
  • BIOPOCALYPSE : Extinction
  • Zombie King: Menggendong Bayi di Awal Adalah Reinkarnasi dari Permaisuri
  • Biopocalypse

Hampir seabad berlalu sejak perang nuklir mengakhiri peradaban. Dunia kini bukan lagi tempat bagi kehidupan, melainkan reruntuhan yang kelam dan membusuk. Langit tak lagi biru-hanya abu-abu yang pekat, menelan mentari dalam tirai kabut nuklir yang enggan sirna. Tidak ada warna yang tersisa, hanya bayangan. Kadang, jeritan datang dari kejauhan-ratapan memilukan dari mereka yang telah kehilangan jiwanya. Tangisan bercampur amarah liar, bergaung di antara puing-puing yang membisu. Lita menelusuri jejak kakaknya di dunia yang telah menelan harapan, menempuh perjalanan panjang yang penuh liku dan bahaya. Ia menyusuri kota-kota mati, hutan beku, dan jalanan sunyi yang menggema dengan langkah mereka yang masih hidup dan raungan mereka yang seharusnya sudah tiada. Di setiap persimpangan, ia menemukan dua jenis manusia-mereka yang masih menggenggam kebaikan dan mereka yang telah kehilangan kemanusiaannya. Beberapa menjadi sekutu, memberi harapan di tengah keputusasaan, sementara yang lain melihatnya sebagai mangsa. Setiap hari adalah pertarungan, bukan hanya melawan dingin, kelaparan, dan rasa takut yang terus membayanginya, tetapi juga menghadapi kengerian yang mengintai dalam gelap. Pencarian ini bukan hanya tentang menemukan kakaknya, tetapi juga tentang bertahan hidup dalam dunia yang tak memberi ampun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines