Ielana dan Genta (AnTa)

Ielana dan Genta (AnTa)

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 29, 2022
Genta adalah biru yang aku sukai. Dia juga adalah sebagian dari keinginan dan keseluruhan dari kebutuhan. Genta adalah candu yang tidak obatnya. Dia juga adalah rasa sakit yang tidak bisa disembuhkan. Tangan Genta selalu terulur kapanpun aku jatuh, kapanpun aku menangis, kapanpun meski aku tak butuh. Pelukannya adalah ketenangan setelah melewati badai, tetapi juga bisa menjelma menjadi badai itu sendiri. Genta sangat peka, kepekaannya membuatku sangat takut dan takjub. Genta tak pernah berteriak ketika marah, marahnya selalu dalam keadaan diam yang mencekam, karenanya, dia selalu ke ruangan lain untuk diam diri atau menurunkan egonya untuk memelukku yang menangis Genta sangat sabar menghadapi aku yang di masa transisi dulu, meledak-ledak. Nada suaranya mengingatkan aku pada sejuknya pegunungan. Genta akan menjauh ketika aku memintanya menjauh. Pergi ketika aku memintanya pergi. Dan akan tetap di sisiku ketika aku tak memintanya pergi. Genta akan menemaniku ketika aku memintanya. Akan memberiku jarak ketika aku memintanya. Apa pun yang aku mau, Genta berusaha untuk menurutinya. Tidak masuk akal rasanya, ya? Tapi begitulah Genta yang kukenal dari 10 tahun lalu. Rasanya, di dalam hubunganku, aku adalah biang masalahnya, ya? Tapi Genta tak masalah meski aku bermasalah, tak mengeluh lelah ketika semua kejelekkan diriku kutampakkan padanya. Genta, terima kasih sudah hadir dalam hidupku. Aku sayang kamu. Demikian pula denganmu, kan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Antara Aksara dan Kata
  • Sekali Lagi (End)
  • Full Of Scratches
  • Remaja
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Janji Biru dalam Mawar Biru
  • ALVIN (On Going)
  • SalFlo
  • Cinta Tapi Cinta?

(BEBERAPA PART DI PRIVATE. FOLLOW TO READ IT!) "Manusia tidak akan pernah abadi. Tapi cinta, akan selalu abadi bersamamu." Wanita itu berharap bahwa ia bermimpi sekarang. Bagaimana bisa, sosok yang ia ketahui sangat mencintainya, berlalu begitu saja meninggalkan jejak kepahitan. Hari berlalu bagaikan sewindu. Begitu lama. Dan selama itu pula rasa sakitnya masih bermuara di dalam sana. Hingga suatu hari, seseorang datang dalam hidupnya. Membangkitkan binar di mata birunya lagi. Membangkitkan gelora yang selama ini terpendam. Namun ternyata tidak semulus itu. Sakit hati dan kepahitan perlahan menghujaminya kembali. Sampai ia tahu suatu kebenaran. Kebenaran yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Kebenaran bahwa ia berada diantara dua cinta. Cinta yang sebelumnya sempat ia ragukan. Cinta yang begitu sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines