Ielana dan Genta (AnTa)

Ielana dan Genta (AnTa)

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 29, 2022
Genta adalah biru yang aku sukai. Dia juga adalah sebagian dari keinginan dan keseluruhan dari kebutuhan. Genta adalah candu yang tidak obatnya. Dia juga adalah rasa sakit yang tidak bisa disembuhkan. Tangan Genta selalu terulur kapanpun aku jatuh, kapanpun aku menangis, kapanpun meski aku tak butuh. Pelukannya adalah ketenangan setelah melewati badai, tetapi juga bisa menjelma menjadi badai itu sendiri. Genta sangat peka, kepekaannya membuatku sangat takut dan takjub. Genta tak pernah berteriak ketika marah, marahnya selalu dalam keadaan diam yang mencekam, karenanya, dia selalu ke ruangan lain untuk diam diri atau menurunkan egonya untuk memelukku yang menangis Genta sangat sabar menghadapi aku yang di masa transisi dulu, meledak-ledak. Nada suaranya mengingatkan aku pada sejuknya pegunungan. Genta akan menjauh ketika aku memintanya menjauh. Pergi ketika aku memintanya pergi. Dan akan tetap di sisiku ketika aku tak memintanya pergi. Genta akan menemaniku ketika aku memintanya. Akan memberiku jarak ketika aku memintanya. Apa pun yang aku mau, Genta berusaha untuk menurutinya. Tidak masuk akal rasanya, ya? Tapi begitulah Genta yang kukenal dari 10 tahun lalu. Rasanya, di dalam hubunganku, aku adalah biang masalahnya, ya? Tapi Genta tak masalah meski aku bermasalah, tak mengeluh lelah ketika semua kejelekkan diriku kutampakkan padanya. Genta, terima kasih sudah hadir dalam hidupku. Aku sayang kamu. Demikian pula denganmu, kan?
All Rights Reserved
#504
antologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Full Of Scratches
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Sekali Lagi (End)
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Maina & Maxim
  • HOLD ON
  • Aku Jatuh dan Cinta

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines