The Dark Side of Kramati Memory

The Dark Side of Kramati Memory

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 6, 2022
Kira menatap nanar ketika pijakannya bergetar. Auman singa terdengar, sekali. Terdengar semakin dekat untuk kedua kalinya. Lalu, menyisakan hening. Di detik berikutnya, gelegar auman bergetar kuat di telinga. Kira terperanjat hebat. Perempuan itu mundur perlahan hingga terperosok sendiri di atas tanah. Kini, ia berhadapan langsung dengan bulu-bulu lebat singa yang terus mendekat, seolah menikmati ekspresi ketakutan buruannya. Sekali lagi, singa mengaum tepat di atas wajahnya. Embusan napas hewan buas itu menguar ekstrem. Kira tidak sempat lagi merasa jijik ketika cipratan air liur mengenai wajahnya. Ketakutan telah menjarah sekujur tubuh ketika ia melihat jelas taring-taring kuat di depan mata. Ekor mata Kira mendapati elektroda dengan ujung runcing mengilat. Selagi singa itu fokus menatap mata mangsa, tangan kecil Kira merayap di tanah untuk meraihnya. Sebelum berhasil menerkam, sebelum semuanya terlambat, dengan lonjakan energi yang tersisa, Kira segera menguhunuskan elektroda ke mata singa. Mengetahui telah diserang oleh mangsanya sendiri, hewan buas itu langsung mengangkat cakar di tangan, bersiap menerkam. Entah bisa melarikan diri atau tidak, Kira segera bangkit. Soal elektroda dan data skripsi yang harus diambil, itu bisa dipikirkannya lagi nanti. Yang terpenting sekarang, mahasiswi itu harus berusaha selamat. Penelitiannya di sebuah desa tidak sekadar mengambil data skripi sesuai angan. Ia diseret paksa oleh keadaan untuk menguak sisi kelam Desa Kramati. Adaptasi, bertahan dalam penudingan, pekhianatan, kabur dari sliuman hewan-hewan ganas, beraksi menyelamatkan warga, semua ia lakoni hingga menciptakan memori tersendiri di Desa Kramati. ____________________ Diikutkan dalam event EsTrainAuthor yang diadakan oleh Estelle Media.
All Rights Reserved
#300
penyesalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Hema Alkaris (and his life)
  • [TERBIT] High School of Mystery: Scarlet Case
  • Rahasia Kita [END]
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • Warisan Gandari
  • Garis Singgung Dua Dimensi
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • Hening Dalam Luka

FOLLOW : @wattpad_plavana03 [Janlup follow dan vote ya! Biar tau kalau update cerita terbaru] Untuk kita, yang dipaksa ikhlas ketika sesak, dan dipaksa mati dalam cerita sendiri. "Kemana perginya mereka?" "Pergilah disaat kamu senang, dan datanglah disaat kau membutuhkan cahaya. Sama seperti bintang yang menerangi langit gelap, disaat rembulan tak kunjung datang." -Elektra Pramoedya. "Semua manusia itu egois. Yang membedakannya hanyalah kadarnya" -Xayara Rayana Deamore. "Dunia itu baik. Bagai tokoh yang memakan hal buruk dalam diri manusia. Namun, aku adalah makanan yang membuat tokoh itu alergi." -Eunio Astrazna Reberturs. "Aku adalah rembulan yang akan menerangimu dengan bentukku yang berbeda." -Adarano Hwenzania Qwertynus. HIGHEST RANK : #1 in Pramoedya #1 in Rumah Kecil

More details
WpActionLinkContent Guidelines