Story cover for Triawan by suaraarus
Triawan
  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Aug 30, 2022
"Katanya kita kembar tapi ngapa kagak mirip sama sekali dah," Ucap Hamdan dengan nada tengilnya

"Iya ya, kayanya lu anak pungut deh, A." Timpal jaran seraya terbahak-bahak

"Tapi kita tinggi lho dek, Mas Rae kali anak pungut mah, secara badan dia kan minimalis." Sungut hamdan

Raenan tidak menanggapi ucapan Hamdan ia memilih terdiam, mencerna setiap suara yang keluar dari mulut kembarannya itu. 

Tanpa mereka sadari, ada ibu yang mendengarkan semua yang mereka ucapkan di ujung ruangan. "Maafin ibu, Mas," Ibu berucap lirih
All Rights Reserved
Sign up to add Triawan to your library and receive updates
or
#171tiri
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Kemana Arah Pulang? cover
Malaikat tak bersayap ft NCT DREAM (00L) cover
Rion dan Baskala  ||  [RIKU.SAKUYA] cover
[ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun cover
Embun Kelabu cover
Possessive Family [SELESAI] cover
Friend?|| Nahyuck cover
My Brother[Sequel Mianhae My Brother] cover
The 'J' Siblings : Home Sweet Home cover

Kemana Arah Pulang?

14 parts Ongoing

Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh kesedihan. Setiap sudut rumah yang mereka tinggali kini penuh dengan kenangan akan masa lalu, dan rasa kehilangan yang tak terhingga. Lima bersaudara itu terjebak dalam arungan luka tak kasat mata. Terkunci dalam labirin ketakutan yang tanpa sadar telah mengikis tali persaudaraan mereka. Maraga, si sulung yang harus merelakan masa kuliahnya dan beralih menjadi tulang punggung keluarga. Reshaya, sang kakak kedua yang enggan berbagi duka. Hendara, si anak tengah yang selalu menangis di sepertiga malam hanya karena merindukan Bunda. Dan si kembar, Juandika dan Anandika yang sama-sama memendam sesak tak berkesudahan. "Aku kangen rumah yang dulu." "Kita berdamai sama-sama ya? Jangan ada lagi yang di pendam." Written by Kala Rune Desember, 2024