Die brennenden Tränen

Die brennenden Tränen

  • WpView
    Leituras 115
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, ago 30, 2022
Marek Czerwinski tidak percaya kalau ada orang di dunia ini yang tak bisa menangis, meski itu dialami oleh sahabatnya sekali pun, Lutz Steinbacher. Ia sudah sembilan tahun bersahabat dengan Lutz dan bertanya-tanya kenapa Lutz tak pernah menangis. Lutz berkilah ia memiliki kelainan kelenjar air mata, tapi Marek tak percaya. Marek yakin itu hanya akal-akalan Lutz yang tak mau kelihatan lemah dan rapuh di hadapan orang lain. Maka, musim panas tahun ini, Marek bertekad akan membuat Lutz menangis. Di luar dugaan, saat ia mengajukan tantangan ini pada Lutz, Lutz menerimanya. Akankah misi Marek berhasil? Apakah selama ini Lutz memang menyembunyikan sesuatu dari Marek, atau bahkan dari semua orang?
Todos os Direitos Reservados
#260
jerman
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • WUNDE ( Selesai )
  • LOVE THAT GROWS FROM FRIENDSHIP || {Jeongminji}
  • Bahasa Sansekerta (Selesai)
  • Love Or No
  • Sangsaka
  • THE BROKEN TWIGS
  • UNLOVABLE
  • Full Of Secret ✓ [TERBIT : LOTUS PUBLISHER]
  • Halaman Hidupku
  • The Chosen Soul | Transmigrasi Boy

🥀Wunde dalam bahasa Jerman, berati Luka.🥀 Ini hanya secarik kisah tentang Alana Audreleya, seorang gadis yang tak pernah di berikan sedikitpun kekuatan untuk melawan kerasnya semesta. Dan suatu malam, dia di pertemukan dengan -Gevandra- lelaki yang selalu membuatnya merasa lebih hidup. Walau pada akhirnya, Gevandra pula yang memberikannya luka begitu mendalam. Karena dari segi manapun, mereka berbeda. Mereka memang berada di Amin yang sama, namun dengan Iman yang berbeda. Mereka kecewa, akan tetapi, mereka tidak bisa menyalahkan takdir. Karena mungkin itu memang yang terbaik menurut sang pencipta. Sampai akhirnya, satu persatu orang yang Alana sayangi, pergi meninggalkannya. Lalu, haruskah dirinya melawan kerasnya semesta sendiri? Atau justru pasrah untuk terus terhanyut dalam kesendirian? "Aku bersyukur dipertemukan denganmu, walau kau hanya singgah, bukannya menetap. Karena bagaimanapun, kita bagaikan Istiqlal dan Katedral. Saling berdampingan, tetapi tidak bisa bersatu." - Alana Audreleya. Start : 11 maret 2021 - Natasya Salvia

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo