Raksasa dari Jogja

Raksasa dari Jogja

  • WpView
    Reads 5,676
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 3, 2015
Ceritanya tentang seorang cewek bernama Bianca lulusan SMA yang memutuskan untuk kuliah di Jogja. Bianca ini nggak percaya dengan yang namanya cinta. Ia benci jatuh cinta. Karena menurut dia, yang namanya “jatuh” itu ya sakit. Bapaknya melakukan KDRT terhadap dirinya dan mamanya, sahabatnya mengambil cowok yang disukainya, hal-hal itu membuatnya tidak percaya cinta. Sampai suatu hari di Jogja ia bertemu dengan seorang cowok yang mengasihinya dengan lembut. Bianca mulai membuka hatinya untuk cinta. Namun ternyata cowok itu punya masa lalu yang misterius yang lagi-lagi membuat Bianca terluka dan semakin tidak percaya cinta.Kesan pertama baca buku ini… mmm keren! Kavernya keren, desain interior bukunya keren, nama tokoh-tokohnya keren. Dan ada sedikit ilustrasi di kop judul setiap bab yang menambah keren. Pokoknya menurut saya ini kaver anak muda banget deh. 1 bintang deh untuk kaver dan fisiknya.
All Rights Reserved
#228
seksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • My Junior My Husband (COMPLETED)
  • I'm Sorry (END)
  • Cansu
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • BUCIN MAS ARSITEK [ SUDAH TERBIT ]
  • LUNAR VEIL: The Hidden Path
  • STILL IN LOVE [END]
  • Cewek Judes Vs Cowok Nyebelin END (TELAH TERBIT)
  • East sky first love

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines