
Asap hitam mengular ke langit malam, membelah sunyi di puncak Gunung Rinjani. Dua belas anak lelaki berdiri membeku, menatap bara yang padam terlalu cepat, meninggalkan dingin yang merayap masuk ke tulang mereka. Api itu bukan hanya membakar kayu kering, tapi juga memakan perlahan harapan yang tersisa. Mereka datang dengan jiwa yang rapuh, membawa luka yang tak terlihat, terperangkap dalam kelam yang lebih pekat dari kegelapan malam. Di sini, di antara bayang-bayang dan kepulan asap, mereka menghadapi kenyataan yang kejam: bukan semua luka bisa disembuhkan, bukan semua perjalanan membawa pulang. Kelana mereka adalah perjalanan tanpa akhir - ke dalam jurang kesepian dan amarah yang membara di balik mata yang tak lagi mampu menangis. Apakah mereka akan terjebak dalam api yang mereka nyalakan, atau menemukan jalan keluar sebelum semuanya terkubur dalam kegelapan yang abadi? #Treasurefiction - 31.8.22All Rights Reserved
1 parte