SUMMER RAIN

SUMMER RAIN

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 3, 2022
MAMPIR SINI YU:) SEBELUM BACA WAJIB FOLLOW OKE! ________ Hujan musim panas yang tak kunjung berhenti. Hujan yang turun mengguyur saat ini sangat lebat tak kunjung berhenti suara rintiknya yang terdengar sangat menakutkan aku ingin hujan ini berhenti, tolong ini sangat menakutkan tapi bagaimana caranya? apakah bisa? tapi apa? ada... tetapi mengapa harus dia yang menjadi korban? ________ follow wattpad:@prettyvir_go dan juga ig:@billaaa.sabilaaa __________ catatan: hai masih ingat sama aku? aku menulis cerita ini masih baru belajar, jadi mohon maaf kalo cerita aku kurang nyambung atau ga enak dibacanya. ini aku buat real dari pemikiran aku sendiri, jadi tidak bole coppy oke dosa! see youu
All Rights Reserved
#276
teori
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Dia Hujan dan Cinta Pertama
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Rain Sound
  • 雨 (𝐡𝐮𝐣𝐚𝐧)
  • Ombrop(luv)iaphile Phobia (sudah terbit)
  • Rianbow [SHS 1]
  • Rain : Because of You [On Hold]
  • The Rain
  • Gadis Hujan

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2023 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines