TAHALEA

TAHALEA

  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 23, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
[FOLLOW SEBELUM BACA] Untuk mereka yang di jadikan tempat singgah saat ini. Untuk mereka yang saat ini hatinya tidak baik-baik saja. Lukamu akan sembuh ketika harapanmu tak lagi kau lambungkan kepada manusia yang tak mengharapkan kehadiranmu. ••••• Bagi Mela, Riki adalah sosok yang bisa membuatnya berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Bagi Mela, Riki itu sangat luas yang tak bisa ia jabarkan seperti apa sosoknya. Bagi Mela, Riki itu titik hitam di atas kertas putih, hanya terfokus pada dirinya. Bagi Riki, Mela itu hanya satu tak lebih, seperti kata tempat penyembuhan luka, yang senantiasa mengobatinya. Hanya sepihak, seperti itu cinta Mela terhadap Riki. Hanya datang ketika banyak harapan membuatnya kecewa. ••••• "El, kalau lo masih berharap sama gue," Jeda Riki, menatap manik Mela dari balik layar. "Gue harap lo berhenti taruh harapan sama gue." Senyum yang tadinya tulus kini berubah sendu. Mela berusaha menahan senyumnya, ia tak ingin terlihat terluka di depan Riki, dengan susah payah ia menahan bendungan yang ingin keluar dari kelopak matanya. ••••• Terinspirasi dari kisah nyata, tapi ada halunya dikit. JANGAN LUPA FOLLOW BIAR KALIAN BISA DAPAT UPDATE TERBARU DARI TAHALEA. FOLLOW JUGA Tiktok hatimalam.wp DI SANA AKU BAKAL KASIH KALIAN SPOILER CERITA TAHALEA. VOTE DAN KOMENNYA GENGS!! Cover by pinterest
All Rights Reserved
#66
bestseller
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why you Comeback
  • FRIENDzone (Completed)
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Perihal Luka 2
  • A Twist Of Fate
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Perfect Queen

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines