Dua Landak

Dua Landak

  • WpView
    Leituras 4,172
  • WpVote
    Votos 465
  • WpPart
    Capítulos 21
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, ago 22, 2023
Event: GMGWRITERS 2022 No peserta: 052 Tema yang diambil : Mental Health Trauma masa kecil yang dialami oleh Dewangga Ekawira akibat menyaksikan Ibunya dibakar hidup-hidup oleh si Ayah membuatnya harus mengidap PTSD jangka panjang dengan gangguan SAD yang berulang terutama setiap kali musim hujan tiba. Pertemuannya dengan Eksa Elina seorang psikolog anak yang bekerja di sekolah milik Dewangga, mulai merubah hidupnya. Apalagi selain psikolog, Eksa adalah satu dari 15% populasi di dunia yang mempunyai term dalam dunia psikologi sebagai seorang empath, dimana ia bisa merasakan emosi orang yang ada di sekitar. Masalah muncul ketika keduanya saling jatuh cinta, dan Dewangga merasa bahwa cintanya hanya akan membuat Eksa menderita. Bagi Dewangga hubungan keduanya ibarat dua landak yang akan saling menancapkan duri, sedangkan Eksa sendiri yakin akan adanya solusi. Inilah kisah Dewa dan Eksa, dua landak yang saling jatuh cinta namun dipenuhi puingan dilema. Rasa sakit yang bertarung dengan kekuatan cinta.
Todos os Direitos Reservados
#30
bunuhdiri
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • AKSELIO (TERSEDIA DI KARYAKARSA)
  • AKSELIO NALENDRA
  • Glamour (COMPLETED)
  • AKSAFA (End)
  • DASA (END)
  • SENANDUNG RUSUK RUSAK
  • SWITCH [End]
  • ⓂⒺⓃⒹⒶⓀⒾ ⓀⒶⓀⒾ ⓁⒶⓃⒼⒾⓉ

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo