One And Only

One And Only

  • WpView
    Reads 571
  • WpVote
    Votes 338
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing3h 52m
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 27, 2022
Dia adalah Clarine, perempuan itu memang masih belum patah semangat dengan keinginannya yang selalu dia ingin kisahkan. Seseorang menanyainya akan apakah novel yang digarapnya itu. Seseorang lelaki yang dikenalnya baru-baru saja dan dekat dengannya ternyata menanyakan mengenai keseluruhan cerita di novelnya ini secara tiba-tiba. Terasa menyinggung perasaannya. Clarine harus menutupi semua ini dari Bram. Seorang Editor senior di Publisher Pustaka Himalaya. Namun kenapa lagi-lagi orang dari masa lalunya yang tidak disukanya, membuat semua seakan nyata? Kehadiran Kana sang rival saat dia ada di bangku putih-biru kembali menyapanya dalam keadaan tidak sengaja. Saat keduanya harus berkompetisi pada ajang yang diadakan oleh sebuah publisher bergengsi. Lalu, bagaimana dengan keadaan Bram? Lelaki yang sudah terlibat dalam kisah percintaan tanpa sengaja ke kedua perempuan rival ini hanya karena dia mengetahui kejanggalan novel garapan mereka. Bagaimana kelanjutannya?
All Rights Reserved
#11
debutnovel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tumbuh Tanpa Sembuh | TAMAT
  • One Last Knot [LENGKAP DI KARYAKARSA]
  • Pengagum Rahasia
  • The Unwritten Ending
  • Tangis Laki-Laki dan Tawa Perempuan
  • Absolutely Mine! (Terbit)
  • The Reason We Broke Up
  • LOVE-SICK : FALLING IN LOVE [SUDAH TERBIT]
  • Gemintang
  • Crush On You

Setiap hari adalah hidup baru. Setiap waktu adalah pelajaran. Pelajari baik-baik. Sebab semua hal yang sedang berjalan adalah proses menuju bahagia. Mungkin saja skenario hidup yang kamu buat tidak berjalan dengan semestinya, tetapi percayalah skenario hidup yang dirancang oleh Tuhan lebih indah dari pada yang kamu buat. Alea tahu rasanya kehilangan berulang kali, tanpa jeda. Ia tak lagi bisa memilih selain bertahan, meski hatinya terus retak di tempat yang sama. Luka-luka masa lalu tak hilang, mereka tinggal, diam-diam, menjelma teman yang harus ia terima. Tapi seberapa lama seseorang bisa hidup berdampingan dengan luka? Dan benarkah waktu akan menyembuhkan segalanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines