REVULSION

REVULSION

  • WpView
    Reads 32,055
  • WpVote
    Votes 2,545
  • WpPart
    Parts 69
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 18, 2023
Richard Ackles tidak pernah menyangka, kesempatan emas yang seharusnya bisa dia genggam erat, justru datang bersama mimpi paling buruk yang pernah ada dalam hidupnya. "Gue lebih baik nunggu neraka jadi dingin daripada dipasangin sama cewek yang udah ngerusak reputasi gue!" Reaksi Jazmine Anjani saat mendapatkan tawaran yang bisa mengubah karirnya tidak jauh berbeda. "What? Main sama cowok mesum dan sok kegantengan sejagat raya itu? Dibayar satu juta dolar pun gue nggak akan mau!" Perasaan benci Richard dan Jaz muncul karena satu kesalahpahaman. Hanya saja, ego mereka terlalu besar untuk menempuh jalan damai hingga rasa tidak suka itu menjadi semakin kuat dengan berlalunya waktu. Saat satu peluang yang sudah sama-sama nantikan datang, hanya ada dua opsi yang Richard dan Jaz miliki: mengambilnya demi melambungkan karir mereka lebih tinggi atau melepasnya atas nama benci yang sudah terlanjur berakar kuat.
All Rights Reserved
#32
contemporary
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BEST OF US - TERBIT CETAK
  • CARBIL
  • Aku, Kamu, dan Dia (Sudah Direvisi)
  • Hello Goodbye
  • coward
  • MENIKAH KARNA DENDAM (COMPLETED)
  • TRICKY IN LOVE
  • A Private Wife [TAMAT]
  • Goodbye Alaska [END]
  • Agga? Sucks! (SELESAI)

TERSEDIA DI TOKO BUKU SEBAGIAN PART SUDAH DIHAPUS Aku nggak mengerti bahwa sebuah kisah cinta bisa seperti ini. Sungguh, dulu aku hanya gadis polos yang tak pernah peduli pada cinta sejati. Di dunia ini, hanya ada 2 pria yang tadinya kupikir akan jadi pendamping hidupku: dr. Riza yang maha sempurna atau fotografer terkenal, Jerro Atma. Tapi lihat sekarang apa yang kulakukan. Galau habis-habisan menunggu orang yang tak pernah kuperhitungkan pulang ke Indonesia. Pria brengsek yang menjadikanku pacarnya dua jam sebelum keberangkatannya ke Amerika. Gila kan? Mana katanya dia akan sering-sering pulang? 6 bulan sekali my ass! Sudah hampir 2 tahun dan dia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda dia mau pulang. Tapi sudahlah. Toh memang aku sendiri yang gila, mau-mau saja menunggunya. Ya bagaimana, namanya juga sayang. Kupikir mudah saja menunggu. Ngomong-ngomong, aku cukup jago dalam mempertahankan perasaan. Tapi baru kali ini aku sadar, bahwa menunggu dan bertahan tak semudah kelihatannya. Apalagi, saat kamu tidak tahu yang sebenarnya apakah dia layak ditunggu atau tidak. Dan saat kamu sibuk bertanya-tanya, ada orang lain yang punya jawaban masuk akal. [Lanjutan dari When You Tell Me That You Love Me]

More details
WpActionLinkContent Guidelines