Cinta tanpa Kepastian

Cinta tanpa Kepastian

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 29, 2022
Wanita mana yang tak bahagia jika diberikan perhatian lebih? Wanita mana yang tak bahagia ketika ada yang cemburu dengannya? Sayangnya, semuanya semu. Tak ada kepastian di balik sikap yang ditunjukkan oleh lelaki yang telah berhasil mengisi hatinya. Ingin pergi, tapi takut sakit hati melihatnya dengan wanita lain. Jika tetap bertahan, tak ada kepastian untuk perasaan yang dia pendam. Ingin mengungkapkannya terlebih dahulu seperti yang dilakukan beberapa wanita di luar sana, rasanya malu. Bukan dirinya jika lebih dulu mengungkapkan cinta. Bahagia jika perasaannya terbalaskan. Malu seumur hidup jika ternyata hanya dirinya yang merasakan cinta. ♥️♥️♥️ Nggak tau akan ada part 21+ atau enggak. yang penting di up dulu.
All Rights Reserved
#12
cintatanpakepastian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • My Partner in Everything
  • Tentang Dia...
  • Aslan, Are you my last love?
  • Orang Ketiga [END]
  • Another Love For Another Cinderella
  • The Best Man Ever
  • Jovia is Back ( 21+) END✅

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines