WHO Am I

WHO Am I

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 4, 2022
Danira Anzalia Lee Putri tunggal keluarga Lee. Memiliki papa yang lahir dan besar di Tiongkok, membuat Danira paham dan mengerti bahasa Mandarin. Sedangkan mama nya memang berasal dari Indonesia. Di Indonesia, mereka tidak memiliki keluarga, Karena mamanya dibesarkan di panti asuhan. Danira merupakan Mahasiswi semester pertama di salah satu Universitas Swasta yang ada di Surabaya. Danira dan keluarganya baru satu minggu pindah ke Surabaya, awalnya mereka tinggal di Guangdong, Zhuhai, namun ada beberapa alasan yang memaksa mereka harus meninggalkan kota kelahiran Danira. Banyak hal yang ditutupi oleh kedua orang tua nya, bahkan orang tuanya tidak memberikan alasan yang jelas mengapa mereka harus pindah dari rumah lama mereka. Padahal, rumah itu merupakan rumah masa kecil Danira, begitu banyak kenangan di sana. Mimpi yang semakin hari terasa seperti nyata bagi Danira, membuatnya terus bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Class? or A Home?
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • BarLea (On Going)
  • My Duchess / End
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Better Days
  • The End of Keyra's Revenge
  • Kita Beda Tuhan
  • ANNISA {ON GOING}

Di SMA Harmoni Madani, kelas 10-1 hanyalah salah satu dari banyak kelas di sekolah itu. Namun bagi sepuluh anak laki-laki yang duduk di dalamnya-Wisnu, Abdul, Danis, Ayub, Ferdiansyah, Reza, Dimas, Denis, Fathan, dan Micco-kelas itu tumbuh menjadi lebih dari sekadar ruang belajar. Ini adalah kisah tentang pertemuan yang tak direncanakan, tawa yang tak dibuat-buat, dan persahabatan yang tumbuh perlahan dalam keheningan dan kebisingan sehari-hari. Berbeda-beda latar belakang dan kepribadian, mereka belajar saling memahami. Dari candaan ringan Denis hingga ketenangan misterius Danis, dari ketulusan Abdul yang religius hingga kehangatan diam-diam dari Micco-masing-masing membawa warna ke dalam ruang itu. Tahun ajaran bergulir, tugas datang silih berganti, konflik kecil muncul, dan kenangan terus tercipta. Hingga akhirnya mereka harus naik ke kelas 11 dan terpisah, memilih jalan sesuai minat masing-masing. Namun sebelum benar-benar melangkah, mereka menengok ke belakang dan bertanya: apakah ini hanya sebuah kelas... atau sudah menjadi rumah? Sebuah cerita hangat tentang arti kehadiran, penerimaan, dan persahabatan yang tumbuh dalam satu tahun yang sederhana namun tak tergantikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines