Story cover for Diary Kata by PujianaPujiana1
Diary Kata
  • WpView
    Reads 4,570
  • WpVote
    Votes 331
  • WpPart
    Parts 116
  • WpView
    Reads 4,570
  • WpVote
    Votes 331
  • WpPart
    Parts 116
Ongoing, First published Sep 01, 2022
kumpulan puisi dan kata-kata mutiara random dan isi curahan hati penulis


Lewat sebuah kata-kata yang di ukir sedemikian rupa hingga tercipta sebuah kalimat yang indah ini ingin ku sampaikan bahwa di kesunyian malam terdapat sajak-sajak yang berkumandang.


Boleh kok ambil kata-kata dari lampiran saya tapi izin dulu ya! komen aja gapapa.bukanya mau ribet cuma takut terjadi kontrofersi aja.


Imajinasi seseorang yang kesepian itu liar banyak makna tersembunyi.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Diary Kata to your library and receive updates
or
#628katamutiara
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Cinta dan Takdir Rania [End] cover
Almost. cover
Aksara Bercerita cover
SUARA TINTA (Selesai) cover
Mencintaimu Adalah Perang cover
Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ] cover
Kisah Nyata Dalam Mimpi cover
Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta cover
My Qoutes of the days cover
Daily Quotes cover

Cinta dan Takdir Rania [End]

56 parts Complete

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?