- " Lacuna " [ O. Yuuta ]

- " Lacuna " [ O. Yuuta ]

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 17, 2024
" I 𝗸𝗻𝗼𝘄 𝗶'𝗺 a 𝗷𝗲𝗿𝗸, b𝘂𝘁 𝗶 𝘄𝗼𝗻'𝘁 𝗹𝗲𝘁 𝘂 𝗴𝗼. N𝗲𝘃𝗲𝗿. " - 𝗧𝗵𝗲 𝗺𝗼𝘀𝘁 𝗰𝗼𝗻𝗳𝘂𝘀𝗲𝗱 𝘁𝗵𝗶𝗻𝗴𝘀 𝗶𝗻 𝘁𝗵𝗲 𝘄𝗼𝗿𝗹𝗱 W𝗵𝗲𝗻 : Yuuta yang terjebak dalam situasi dimana dan apakah dia harus memulai kehidupan barunya setelah kematian Rika atau haruskah dan seharusnya dia membiarkan dirinya sebagaimana mestinya terus menemani Rika cinta pertama nya yang berakhir berubah menjadi kutukan ; dan tidak mendambakan atau mengindahkan eksistensi gadis lainnya? " A𝗸𝘂 𝗺𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮 𝘀𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗔𝗲𝗿𝘂...𝗧𝗮𝗽𝗶 𝗶𝗻𝗶 𝗵𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗷𝗶𝗸𝗮 𝗽𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝗮𝗯 nya adalah kamu " [ 𝗔𝘁𝘁𝗲𝗻𝘁𝗶𝗼𝗻 ‼️ ] N - Cerita ini hanya karangan fiktif belakang dan tak ada sangkut paut nya dengan karya asli milik studio 𝘔𝘢𝘱𝘱𝘢 tersebut. Author tak menjamin bahwa character akan sesuai persis sebagaimana yang ada pada movie,film, atau anime. Tapi Author akan usahakan. [ Written from : 12 may 2024 ] 𝗦𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗵𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗴𝘂𝗲 : ©𝗦𝘁𝗮𝗿𝗹𝗹𝗮.
All Rights Reserved
#992
jujutsukaisen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F.R.I.E.N.D.S ; The reason of parting (END)
  • 𝐘𝐮𝐤𝐢𝐦𝐢𝐲𝐚 𝐊𝐞𝐧𝐲𝐮 ⋮ 𝐏𝐞𝐫𝐟𝐞𝐜𝐭 𝐏𝐨𝐢𝐬𝐞
  • 2021|Kyuyosh
  • Destiny [Nakamoto Yuta]
  •  ➸❦ ꧑ᥡ ᥙᥒᥱᥲ᥉ᥡ ᥣιfᥱ ➸❦ ❝Okkotsu Yuta X Reader❞ (End)
  • SAVE ME ft. YUTA NAKAMOTO
  • Instagram ~You first and last
  • ༺ Quarter Wind ༻| KNY X Reader + Oc
  • FATE
  • Choice of You [✓]

"Aku sangat mencintainya. Setiap malam aku selalu memikirkannya. Tapi apa dayaku? Di matanya aku hanyalah sahabat yang mungkin sudah dianggap seperti saudara sendiri. Kerap kali aku cemburu ketika dia bersama dengan wanita lain. Namun dia selalu tidak menganggap kegusaran hatiku. Membiarkan aku tenggelam dalam kepedihan, sendirian." "Dia cantik, sejak awal aku memandangnya telah ada rasa yang tak biasa. Matanya selalu mengundang getaran yang mendesirkan darah, mendebarkan jantung, hingga jari-jari bergetar hebat. Tapi rasa hanya sekadar rasa. Aku tak mampu untuk mengungkapkannya. Kedekatan kami tidak seromantis itu. Ada tembok besar berkedok persahabatan yang menghalangi hatiku untuk berbisik ke telinganya. Mungkin hingga kini dia pun hanya menganggapku tak lebih dari sekadar sahabatnya." "Biarlah aku diam, meski sebenarnya sangat ingin mengutarakan. Acapkali, menjadi pembohong itu perlu. Karena memang tidak semua kejujuran itu baik adanya. Mungkin selamanya hanya aku yang tahu tentang perasaan ini. Sudah tekadku. Demi kamu, demi dia. Demi kita."

More details
WpActionLinkContent Guidelines