Memeluk Luka

Memeluk Luka

  • WpView
    GELESEN 144
  • WpVote
    Stimmen 49
  • WpPart
    Teile 3
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Sep. 7, 2022
WpInfo
Belletristik
Romantik
"Tidak seharusnya seorang pendosa ini dibiarkan bernafas lebih lama." - Edzar Adriano Wirasatya Tentang luka penyesalan yang tak berujung, tak kunjung sembuh meskipun ribuan hari telah terlewati. Tak dapat terhapuskan meski bermilyar hujan jatuh membasahi bumi. Karena sekuat apapun Edzar mencoba melupakan, nyatanya luka itu tetap ada, mengakar kuat di ingatannya. Mengambil seluruh atensinya, dan mengerogoti hatinya perlahan-lahan. Lalu, dapatkah Edzar untuk tetap tegak berdiri ditengah kemelut dunia yang perlahan merenggut kewarasannya? 1 September 2022
Alle Rechte vorbehalten
#581
terluka
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Semesta dan Lukanya [TERBIT]
  • Psikopat Digital? [End]
  • Dia, Suamiku ✅
  • Laut Kelabu [Selesai]
  • A&B | Kita Belum Usai [Ending]
  • Still (END)
  • TIRANI [t a m a t]
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • My Doctors (END)

[SUDAH DIBUKUKAN] "Ini hanya kisah tentang kami, tujuh luka yang beharap bisa berakhir bahagia." Hari itu, saat tujuh luka dengan masalah berbeda berhasil dipertemukan oleh semesta. Mengukir sendiri kisah mereka yang penuh luka, di atas lembar aksara dengan ribuan cara. Suka dan duka, tawa dan air mata, mereka lalui semua bersama-sama. Disinilah lembaran penuh luka mereka terbuka, selalu berharap ada akhir yang bahagia dari semesta untuk mereka semua. "Yang hilang dan tak mungkin akan kembali itu.. Kenangan, rumah, keluarga, cinta dan nyawa." Dari deret aksara yang penuh luka, biar mereka ceritakan, kisah pedih yang harus mereka lalui untuk bertemu dengan bahagia. "Dan pada akhirnya kita hanyalah tujuh luka yang berharap bisa berakhir bahagia." ©Indaheart, 2021[SELESAI]

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien