Mengejar Kepastian

Mengejar Kepastian

  • WpView
    Leituras 21
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, set 5, 2022
WpInfo
Ficção
Romance
Cinta dari pasangan tak pernah menjadi persoalan utama bagi diriku yang remaja. Kini aku dewasa, banyak mengharapkan cinta yang ku beri akan berbalik kepada ku dengan ukuran dan perlakuan yang sama. Tak pernah berpikir cinta semengerikan itu, bahwa aku membutuhkan, meminta, dan mengemis cinta akan dibalut dengan ikatan yang suci. Banyak aku dengar kata suka, sayang, dan cinta dari mulut pria. Namun, kenapa janji suci seakan tak ada bunyi nya. Ketika aku menanyakan kepastiannya, kalimat ku menjadi seperti pedang yang memotong lidah nya dan bagai hama yang mematikan taman bunga ini. sekejap hati yang berbunga itu telah layu, kering, dan mati. Apakah memang sejatinya kepastian adalah kematian.
Todos os Direitos Reservados
#317
adult
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Revenge [End]
  • Regrets of Love
  • Miracle You (Tamat)
  • second chance (completed)
  • Hopeless
  • Sekeping Cinta Lara
  • my baby girl (completed)
  • Titipan Jantung Untuk Gladis
  • Tanya Hati

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo