Cinta untuk senja diufuk timur

Cinta untuk senja diufuk timur

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 2, 2022
Senja diufuk timur gadis berusia 23 tahun yang dibenci oleh ayahnya sendiri, " ayah kenapa engkau membenciku " itu adalah kalimat yang selalu dia pikirkannya saat ayahnya bersikap tidak adil padanya dan lebih menyayangi kembarannya. kehidupan senja mulai berubah saat ia bertemu dengan dokter tampan yang suka ikut campur urusan senja. Dr. Dimja lingga cakrawala.Spa Lelaki berusia 32 tahun yang berprofesi sebagai dokter anak hidupnya sempurna, tampan dan mapan, banyak wanita yang ingin menjadi pasangannya hanya saja dia tidak tertarik, sampai dia bertemu dengan gadis cuek dan sedikt bodoh. Gadis yang tertidur di sembarang tempat, coba kalian bayangkan saja dia tertidur didalam angkot dengan kepala yang bersender dipundaknya tapi anehnya lingga suka melihat gadis itu tertidur, rasanya waktu seperti berhenti dan hanya ada dirinya dan gadis itu. lingga berharap bisa bertemu lagi dengan gadis itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Cerita di Balik Senja
  • Langit Senja [end]
  • End & Wait  (Revisi)
  • Tanyakan Namaku Pada Senja
  • Bidadari Terakhir
  • Senja dan Jingga
  • Senja dan Sabda ( Baca Part Lengkap Di Karyakarsa)
  • Terikat Cinta

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines