Story cover for september | haechan by maraasya_
september | haechan
  • WpView
    Membaca 213
  • WpVote
    Vote 34
  • WpPart
    Bab 7
  • WpView
    Membaca 213
  • WpVote
    Vote 34
  • WpPart
    Bab 7
Bersambung, Awal publikasi Sep 03, 2022
Aku selalu memilih melanjutkan ceritaku bersamamu, sedangkan kamu tidak.

"Aku pergi, ya."

Barangkali, kalimat itu adalah bagian ajaib dari dirimu. Karena sejak kamu mengucapkan kata itu, duniaku sukses jadi kelabu.

[cerita pendek]

Berisi catatan-catatan kecil yang ditulis oleh Bagaskara Armaghan
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan september | haechan ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#69kana
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Happy [ Sudah Terbit ] oleh deynaraa
13 bab Lengkap
PINDAH KE KARYAKARSA DENGAN JUDUL YANG SAMA DAN NAMA PENA YANG SAMA. DAN DI SANA DALAM PENTUK PDF ------ Sebuah kisah tentang perempuan cantik bernama Leysaa Kevia, biasa di panggil Kevia. Hidup bergelimang harta, tidak membuatnya merasakan rasanya di cintai. Tentang Kevia yang harus mengalami patah hati di setiap kisah percintaannya. Tentang Kevia yang harus menghadapi berbagai masalah yang silih berganti di hidupnya. Namun, bukan Kevia jika dirinya hanya diam saja dan pasrah, sebagai perempuan Kevia tidak sebodoh itu. Leysaa Kevia, semester dua Jurusan Management. ---- "Kamu dimana?" tanya Kevia "Aku lagi nongkrong sama teman-teman. Kenapa, honey?" tanyanya "Oh, teman-teman sampah mu?" sarkas Kevia "Mulai deh, ada apa sayang?" tanyanya lembut. "Mobil ku mogok, kesini dong. Lagian pasti gak jauh kan kamu nongkrongnya." pinta Kevia. "Udah cek indikator bensin?" "Udah, masih banyak." ucap Kevia santai. "Coba kamu cek air-" ucapnya terpotong. "Air? Air ap-" ucap Kevia menghentikan perkataannya, saat melihat mobil milik sang kekasih lewat berlawaan arah dengan posisi Kevia saat ini. Deg Kevia bisa melihat dengan jelas, Rezaq bersama dengan seorang perempuan yang Kevia kenal. "Sayang? Hallo? Honey?" ucap Rezaq "Have fun, ya, sama dia, zaq." ucap Kevia santai, lalu mematikan panggilannya secara sepihak ---- 18+ Cerita ini hanya cerita dari keisengan ku aja, isi cerita ini mungkin tidak menarik untuk kalian, hanya ada kekesalan serta emosi dan menyayat hati Tetapi ada sosok perempuan yang menyikapi masalah dengan sikap dewasanya. Berani plagiat? Siap-siap bakal kena karmanya. Highest rank : #1 youngadult (22 jun) #2 kecewa (02 jul) #1 broken (29 agst) #2 kampus #1 emosi start : 25 apr 22 end : 30 jul 22 Cover by, pintrst
Eliinaa oleh vfryfrljnvsnmtm
5 bab Lengkap
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Penyair Dan Si Penyayat Hati cover
GADIS cover
Happy [ Sudah Terbit ] cover
Eliinaa cover
Selara; hidup terus berlanjut Bara cover
𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮 𝗡𝗲𝗶𝗿𝗮 cover
HANYA TENTANG KAMU cover
ARA - REVISI cover
CERPEN (END) cover
Rain-A cover

Penyair Dan Si Penyayat Hati

12 bab Lengkap

Kekasih, penyair kecil telah menjatuhkan hatinya padamu. Namun kau hancurkan hatinya menjadi kepingan terkecil. Kekasih, lihat. Ia masih tersenyum, mengambil sebuah pena, dan membuat kau menjadi abadi di dalam tulisannya.