Tawa yang Menyamar

Tawa yang Menyamar

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 25, 2022
Adalah Faleesha seorang perempuan yang terbiasa bertemankan buku-buku. Ia merasa baik-baik saja meski tanpa manusia lain di sekitarnya. Hidup Faleesha tak pernah berwarna. Hari-harinya hanya kereta-kantor-rumah-repeat. Faleesha selalu merasa dunianya hanya mengenal warna kelabu. Namun, warna-warna lain muncul ketika ia bertemu dengan laki-laki yang mirip sayur brokoli kesukaannya. Bukan. Buku ini bukan menceritakan kisah Flaessha dan pangeran berkuda putihnya, tetapi tentang bagaimana dunia yang mengelilinginya begitu payah dan menipu. Bahwa tiap tawa yang menguar, ada luka yang dipaksa tak keluar. Note: Cerita ini masih jauh sekali dari kata sempurna. Jadi, jangan sungkan untuk berikan masukan dan atau saran, ya! :D
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ruang Biasa
  • Seumur Hidupku
  • Surprise Me [COMPLETED]
  • Beloved CEO : CEO Tercinta
  • Enemies in Flames
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • Mencari Cinta Sejati (END)
  • Menjadi Pelakor Mantan Pacar
  • Terjebak Menjadi Momy Little boy Jasper [THE END]✓

"Argh! Kayaknya susah banget damai sama cowok!". Akrab atau bahkan dekat dengan seorang laki-laki adalah hal yang jauh dari kehidupan seorang gadis bernama Afsana Safiyya Qanita. Memiliki teman laki-laki saja sudah syukur. Itu juga dengan sedikit rasa terpaksa karena akan menjadi teman seperjuangan dengan seragam putih biru yang akan dipakainya satu tahun lagi. Bukan yang pertama, akan tetapi dia laki-laki asing yang bisa sampai pada hadapannya dan meyakinkan akan baik-baik saja. Berusaha mengisi ruang yang mencari tuan. "Selagi lo mulai dengan niat yang baik, semua akan berjalan lancar dan indah." Perkataan itu hanya membuat Safiyya terdiam, hati dan pikirannya kalut. Bisakah rasa takut atas trauma karena luka dan solusi tidak tepat menjebak Safiyya seorang diri mengharuskan mengorbankan hal yang tidak mungkin? 🌵🌵🌵 Assallamu'alaikum Hai! Gimanaa nihhh sudah penasaran? Ya sudah daripada penasaran sendiri yuk ajak teman-teman dan saudara kalian buat baca cerita ini! Kita cari penyelesian dari kerumitan iniii Jangan lupa Voment yaaa! Untuk support agar selalu update! Selamat membaca. Terima kasih Regrads -syawalasri-

More details
WpActionLinkContent Guidelines