Surat Kecil Untuk Ayah

Surat Kecil Untuk Ayah

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 3, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana rasanya digendong ayah? bagaimana rasanya menjadikan sosok itu sebagai cinta pertama? Elio sama sekali tidak pernah merasakan hal itu sejak ia dilahirkan. Hidup bersama ibunya yang sakit-sakitan membuat Elio harus berpikir lebih keras bagaimana agar tetap bisa makan esok hari. sosok ayah yang berulang kali ia tanyakan dalam doanya nyatanya tidak pernah tampak. ibu mengatakan jika ayahnya adalah sosok penguasa yang menyayanginya, jika dulu ia percaya maka hari ini ia mulai ragu. terlebih sejak Sang ibu meninggal Dunia, saat itu pula ayahnya turut terkubur di dalam liang lahat sang ibu. "Aku ayahmu, Elio..." "Saya tidak punya ayah, ayah saya sudah terkubur bersama jasad ibu saya kemarin!"
All Rights Reserved
#965
penyesalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puing luka
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • pantaskah aku bahagia?(TERBIT)
  • ANGEL (END)
  • PULIH ATAU KEMBALI TERLUKA?
  • Dandelion [TERBIT]
  • ELIO [ end ]
  • This Is Not My House
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Menyerah atau Bertahan?

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines