Story cover for HAPPY ENDING? by MeeySumiatiMeeySumia
HAPPY ENDING?
  • WpView
    Reads 340
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 340
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
Complete, First published Sep 03, 2022
Mature
18+


"Saya terima nikah dan kawinnya Hana Laura Singgih binti Irwan Singgih dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"


Perempuan itu memejamkan matanya saat mendengar kata Ijab Kabul yang terdengar  mantap diucapkan oleh pria itu. Dibarengi dengan kata 'sah' disegala penjuru ruangan.

Apa benar pernikahan ini Sah?


Tidak, ini salah.
tidak seharusnya pernikahan ini terjadi.
tidak seharusnya ia berada disini, duduk disamping pria yang duduk menggunakan kursi roda itu.
seharusnya 'Dia' lah yang duduk disini, bukan dirinya.

Ya Tuhan, bagaimana mungkin sebuah kebohongan besar bisa berjalan sejauh ini?
Ya Tuhan, ia sudah melakukan dosa yang sangat besar.

ia melirik perempuan paruh baya yang tengah menatapnya intens sebelum mengangguk pelan kepada dirinya, Dia adalah Ibunya. Elina Singgih.

Lalu ia alihkan lagi wajahnya kesamping kanan tempat dimana pria yang baru saja mengucapkan ijab kabul itu berada.
Perlahan ia meraih tangan kanan pria itu yang terkulai lalu mengecupnya. ia memejamkan matanya lagi saat merasakan kecupan pelan di dahinya. tak terasa setetes air mata jatuh.

  "kenapa menangis? apa kamu bahagia, Ra ?" tanya pria itu terlihat khawatir seraya mengusap lembut air mata dipipinya.

Ra..?
ia hanya tersenyum menutupi sesak didadanya.

Apa dia benar-benar bahagia?
bahkan pria itu bukan memanggil namanya. dan bahkan nama yang dia sebutkan pun bukan nama aslinya.
itu nama perempuan lain.
nama kakaknya. karena yang seharusnya berada disini pun bukan dirinya. tapi kakaknya, kakak kembarnya. yang saat ini entah berada dibelahan bumi mana.


    ***

_Tolong biarkan aku memilikimu walau hanya didalam mimpiku saja_
All Rights Reserved
Sign up to add HAPPY ENDING? to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai) by NurHanifah064
80 parts Complete
"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah
Kami yang Berdosa by Haneaz
55 parts Complete Mature
Arsya merupakan anak asisten rumah tangga dari keluarga Lidya. Saat Arsya berusia 11 tahun, ibunya meninggal. Lidya sudah berjanji bahwa dia akan menjaga Arsya. Namun, kedua anak Lidya-Kevin dan Clara membenci Arsya, karena menganggap Arsya merebut kasih sayang ibu mereka. Saat Arsya dewasa dan cukup matang, ia menikahi Lidya. Kedua anak Lidya-tak terima dan menentang keras keputusan sang ibu. Kakak dan adik itu semakin membenci Arsya. Keduanya selalu berusaha menyingkirkannya dari rumah. Namun, karena suatu kejadian, kebencian Clara terhadap Arsya, perlahan malah berubah menjadi cinta. ________________________ Kevin teriak, "Mama yang keterlaluan! Ma! Orang nggak tahu diri itu lebih muda dari aku, Ma! Apa Mama nggak malu? Selain karena anak pembantu, orang nggak tahu diri ini masih sangat muda, Ma! Beda jauh umurnya sama Mama. Tolong, Ma! Tolong! Sadar! Kalian itu beda jauh umurnya! Nggak pantes. Ini gila, Ma!" Lidya menahan oksigen di dalam tubuh untuk sekian detik. "Memangnya kenapa kami harus malu? Kami bukan pencuri, bukan penjahat, bukan koruptor. Apa ada larangan dalam hukum negara dan agama untuk menikah dengan orang yang berbeda jauh umurnya? "Menikah dengan seorang yang jauh berbeda umur, bukanlah hal yang memalukan, atau pun terlarang, asal keduanya sudah saling dewasa. Arsya sudah dua puluh tahun, sudah dewasa, dan pikirannya juga dewasa," jelas Lidya. Tangannya menunjuk Clara dan Kevin. "Tidak seperti kalian berdua, umur sudah dewasa, tapi tidak pernah berpikir dewasa." Kevin memutar badan, meremas kerah Arsya yang masih duduk, dan memaksanya berdiri. "Lo, dasar anak dari perempuan murahan! Makanya lo bahkan nggak tahu ayah lo itu siapa!" _________________ Cinta mulai tumbuh, ketika sudah terlarang. _________________ Original story by Haneaz. Dilarang plagiat.
Love Hurts by pesonaazzahra13
40 parts Ongoing Mature
Permadani Niara Rahayu Niara tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk tetap mempertahankan rumah tangganya yang sudah hancur sejak di malam pertama dirinya sebagai pengantin, suaminya mengungkapkan fakta yang menyakitkan, yaitu memiliki kekasih yang dicintainya sejak kecil dan bersumpah tidak akan mencintai wanita mana pun termasuk dirinya. terbelenggu dengan pernikahan yang kasat mata, hidup dengan pria yang tidak mencintainya, menorehkan luka yang menyakitkan dan menjalani kehidupan yang menyesakkan selama enam tahun. Dan tiba-tiba saja pria itu datang menawarkan rasa, mencoba untuk memperbaiki pernikahan. Niara hanya mendengus. " Kamu menawan, terlalu indah. Tapi hanya untuk dinikmati dari kejauhan bukan untuk dimiliki. Maaf aku tidak mencintaimu lagi " Alwyn Ralphine Adskhan Alwyn membenci wanita mana pun yang akan menerima lamaran pernikahan dari orang tuanya. Menyebabkan dirinya harus berpisah dengan kekasih hati yang sangat dia cintai. Dengan penuh amarah Alwyn melampiaskan segala kegagalan dan rasa patah hati kepada wanita yang dia nikahi. Menorehkan luka begitu dalam, menciptakan kesakitan yang tak terelakkan untuk di ampuni. Tapi Alwyn tidak dapat menepis, jika dia tersentuh akan kepasrahan dan kerapuhan wanita itu akan hidup, membuatnya didera rasa bersalah, mencekamnya dalam sebuah penyesalan. Sangat terlambat dirinya menyadari keberadaan wanita yang telah mencintainya sejak dirinya menodai pernikahan mereka. Sayangnya wanita itu sulit di jangkau, karena memilih tetap berdiri di dalam kesakitan bayangan masa lalu yang menyedihkan, di mana dirinyalah penyebab itu semua. " Niara, aku melepaskanmu karena aku sangat mencintaimu, berbahagialah. Kamu pantas mendapatkannya " Berlangsung...
You may also like
Slide 1 of 8
Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai) cover
Antara Sarung dan Hallyu [Revisi] cover
Kami yang Berdosa cover
All My Heart [the END] cover
Love Hurts cover
Annalia (Tamat) cover
Jodoh Kedua (END) cover
Serpihan Luka cover

Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)

80 parts Complete

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah