LOVE BOMBING

LOVE BOMBING

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 3, 2022
Manusia itu egois ya, dimana fisik dan akal sangat berlaku di dunia, mereka saling menusuk dan memberi dominasi untuk diakui. Dengan fisik yang dilimpahkan sempurna membuat karakter lain bertekuk lutut memuja. Tapi, akal-lah yang mengendalikan semua, lantas jika hilang akal bukankah itu bisa berbahaya? dan diatas semua itu, dunia juga punya norma dasar yang semua orang tau. Tak pantas melanggar-nya. Jika melanggar, sama saja mengundang masalah dimana karakter lain sangat tertarik untuk mencemooh dan menjatuhkan. "Ayo kita ke dunia Anime biar bisa bersatu." Katanya demikian mengungkapkan imajinasinya yang luar biasa aneh. "Aku dari awal mati rasa nga." Lanjutnya dikemudian hari. [On going, alur lambat]
All Rights Reserved
#11
yutanct
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MaFiKiBi Society✓
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • AKSAFA (End)
  • dive in the blue || lee taeyong [SELESAI]✔
  • AQRAF (On Going)
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • 𝗛𝗔𝗟𝗟𝗢, 𝗔𝗚𝗔𝗦𝗧𝗛𝗔!
  • 𓆩𝐖𝐡𝐲 𝐍𝐨𝐭 𝐓𝐡𝐢𝐬 𝐓𝐢𝐦𝐞?.𓆪 [Hiatus◁ II ▷]
  • Kita, Kesalahan dan Pilihan
  • Psikopat Digital? [End]

Sekumpulan geng motor yang punya pamor? Pasukan bad boy cap badak yang punya penggemar membludak? Bukan. Ini kisah tentang Perserikatan MaFiKiBi Society, yang tak pernah lelah atau menyerah untuk terus ciptakan langkah. Mat hanya ingin memenangkan olimpiade bersama ketiga sahabatnya. Akan tetapi, Mat akhirnya menyadari bahwa musuh terbesar mereka bukanlah barisan soal yang menghadang di depan sana. Dan ... ya, masa remaja ternyata tidak semudah itu untuk dilalui. Krisis identitas, kehilangan skala prioritas. Ada yang mati-matian memperjuangkan angan demi suatu pembuktian, ada yang berniat untuk berbalik arah begitu dihantam realita, ada juga yang memilih membuang mimpinya hanya untuk suatu polaritas yang tak kunjung tuntas. Benar. Semua ini masih tentang perjalanan angan yang tak berkesudahan. Sebagai pejuang mimpi, ada satu hal yang terus mereka patri dalam diri: jangan berhenti melangkahkan kaki. Karena sejatinya, mereka tahu pasti. Perjalanan panjang itu baru saja dimulai. [Cerita ini diikutsertakan dalam Writing Project Kimbab Publisher]

More details
WpActionLinkContent Guidelines