Kamu, Takdir Ku? |Haechan

Kamu, Takdir Ku? |Haechan

  • WpView
    LECTURES 72
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., sept. 4, 2022
"kenapa lo setuju hah?!!" bentak Haikal. . . "ya kenapa ngga lo aja yang nolak!!" kata Kia tidak kalah membentak. . . Start : 4/9/22 End : - . . . Note : Ini murni Kin buat dengan imajinasi Kin sendiri. Bahkan pernah kebawa mimpi pas Kin tidur. Soal nya habis streaming in dreamis jadi kebawa halu nya ke mimpi. Hehe.. Maaf kalo bahasa nya ngga teratur dan penulisan nya masih acak2. Kin baru belajar nulis. Mohon kritik dan saran nya supaya Kin bisa lebih baik lagi dalam menulis. Thank you guys, happy reading!!
Tous Droits Réservés
#782
chenle
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • It's Always Been You✔️
  • MY BOYFRIEND! || NOMIN-TIDAK DI LANJUTKAN LAGI.
  • Dreams Adventure
  • SAHABAT ✓
  • Puzzle Piece
  • [1] Stranger | Na Jaemin  [REVISI]✔️
  • PERGI TANPA PILIHAN
  • BOYFRIEND (NCT DREAM)
  • Investasi Cinta || ᴄʜᴇɴʟᴇ
  • Dreamies'[NCT DREAM] END ✔️

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu