Apakah seseorang yang terbiasa merancangkan pernikahan untuk orang lain harus sudah menikah lebih dulu? Nyatanya tidak, tuh.
Azka Dirgantara, 24 tahun. Terjun dan menggeluti dunia seni adalah cita-citanya sejak kecil. Meski keluarganya bolak-balik mencerca dan mencacinya, tapi Azka tidak peduli. Karena baginya, setiap orang punya mimpi, dan setiap mimpi harus diperjuangkan. Miazka Organizer dibangunnya dengan susah-payah, atas jerih payahnya bersama Amira Lestari, sang sahabat.
Bertahun-tahun bersama membuat mereka berdua menjadi lebih dari sekadar akrab. Banyak orang yang mengatakan mereka berdua sangat cocok, sangat ideal bila menjadi sepasang kekasih, bahkan sepasang pengantin. Tapi keduanya masih saja tetap mengelak dan bersembunyi di balik topeng persahabatan itu. Terlebih Amira, dengan latar belakang keluarganya yang rumit, rasanya tak mungkin ia dapat memiliki seorang Azka Dirgantara yang serba sempurna, sangat jauh berbeda dengan dirinya yang serba apa adanya.
Lalu, bagaimanakah jalinan kisah yang terjadi selanjutnya? Apakah kedua latar belakang yang sama rumit ini bisa bersatu dan berakhir sebagai kesederhanaan yang indah? Mari kita saksikan kisahnya. Silakan kencangkan sabuk pengaman, in one, two, three, go!
Follow dulu sebelum baca, jangan lupa share terus vote. Inget, makin rame makin seruuu 😁 thank youuu ❤❤❤
Warning, adult content 21+
"dan akhirnya , lo sakit lagi kan? Gue bilang juga apa? mending lo nikah sama gue?"
"dan atas dasar apa lo mau nikah sama gue? jangan gila deh Ndra"
"Gue setia, gue komit. Gue gak suka ngumbar janji tapi gak gue tepatin. dan yang pasti, gak ada yang gue sembunyiin dari lo. I'll be all yours kalau lo jadi istri gue"
"hahahaha..."
"kok ketawa sih?"
"tapi lo gak cinta sama gue, Andra. Dengan apa kita mau bertahan di pernikahan kalau gak pakai cinta?"
"cinta tuh apa sih, Na? mereka bilang - bilang cinta sama lo, tapi akhirnya apa? Mereka nyakitin lo, ninggalin lo. Buat apa?"
"Now, tell me. kenapa lo mau nikahin gue?"
"karena gue mau jagain lo, gue mau jadi orang yang paling bertanggung jawab atas diri lo, mastiin lo akan selalu baik - baik aja, dan gak ada lagi yang bakalan nyakitin perasaan lo"
"gue gak butuh lo kasihanin sampai lo nikahin gitu, Ndra. gue gak semenyedihkan itu. oneday, lo bakalan ketemu orang yang bener - bener lo cinta, dan ternyata itu bukan gue. terus gimana? lo bakalan pergi juga kan?"