Cold Teacher (END!)

Cold Teacher (END!)

  • WpView
    Reads 3,483,231
  • WpVote
    Votes 275,610
  • WpPart
    Parts 75
WpMetadataReadComplete Fri, Dec 13, 2024
[ғᴏʟʟᴏᴡ ᴅᴜʟᴜ sᴇʙᴇʟᴜᴍ ʙᴀᴄᴀ!] ʀᴏᴍᴀɴᴄᴇ - sᴘɪʀɪᴛᴜᴀʟ "Pak Haidar?" panggil salah satu siswi. Tanpa menoleh Haidar menjawab, "Kenapa?" "Saya pernah mendengar kisah tentang Khadijah yang mengungkapkan perasaan cintanya pada Rasulullah," jelas siswi itu seraya terus memperhatikan punggung Haidar, selaku gurunya disekolah ini. Mendengar itu sukses membuat Haidar memutarbalikkan tubuhnya, mencoba melihat sekilas kearah salah satu siswi yang tadi sudah memanggilnya. Lantas, Haidar memasukkan kedua tangannya ke saku celana. "Lalu?" "Karena, saya cinta sama bapak! Maka dari itu saya berani mengungkapkan perasaan saya ke pak Haidar," "Maaf, Khadijah melalui perantara dalam mengungkapkan cintanya pada Rasulullah, nggak sepertimu terlalu lancang. Sana belajar yang benar!" ujar Haidar sembari melangkah pergi meninggalkan siswi tadi yang sudah berani mengungkapkan perasaannya. **** Elshanum Sehrish Maezzura, seorang siswi dengan tipikal petakilan, tidak bisa diam, susah diatur, dan suka membantah pada siapapun termasuk pada guru-guru di sekolahnya. Dibalik sikap petakilan dan susah diaturnya ternyata diam-diam Shanum tengah mengagumi seseorang, bahkan rasa kagumnya itu tersimpan rapih selama satu tahun. Namun, suatu ketika Shanum sudah tidak bisa memendam perasaannya terus menerus, Shanum merasa lelah akan semuanya. Sehingga pada suatu hari Shanum memutuskan memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan cintanya pada sang pujaan hati yang bernama Haidar Athaya As-Syahid. Seorang guru agama Islam yang terkenal cool, killer, pelit ngomong, dan pelit senyum pada siapapun. Bahkan, Haidar terlihat sangat menjaga pandangan, maupun jarak dengan yang bukan mahramnya. Akankah ungkapan cinta Shanum diterima dengan baik oleh Haidar, selaku gurunya atau justru ditolak mentah-mentah? sᴛᴀʀᴛ : 5 sᴇᴘᴛᴇᴍʙᴇʀ 2022 ᴇɴᴅɪɴɢ : 7 ᴏᴋᴛᴏʙᴇʀ 2022
All Rights Reserved
#795
penerbitakad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALIF 2 : AGEN[IUS]
  • Hai, Jodoh!! (End)
  • With You Until Jannah √ || End
  • My Promise To Allah [END]✓
  • Dia dan Doa
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Surgaku Kamu [TERBIT]
  • ZAHTHAR [END]
  • Lantunan Cinta Dari Khalilla ✔
  • Letter of Destiny [FINISH]
  • ALIF (TERBIT)
  • ALESYA (END)
  • ELFATHAN
  • Lentera Takdir (TERBIT)
  • You're My Alhamdulillah
  • GUS HAIDAR
  • Dia Khadijahku[END]
  • Assalamu'alaikum Cinta (Slow Update)
  • REVAN [SELESAI]

Tak pernah terlintas dalam benak Alif akan kasus yang ia tangani puluhan tahun lalu, berubah menjadi sebuah boomerang dendam yang siap menghantam habis keluarganya. Hamzah Al-Ghazawan dan Hasbi Al-Gaishan, kedua putra Alif tidak tahu malapetaka yang menghampiri, ternyata berasal dari dendam yang seharusnya diterima orang tua mereka. Sampai suatu hari Hasbi, dokter muda yang bekerja di forensik ini mengalami kisah tragis dalam hidupnya. Sedih mendalam, terpuruk, dan takut dalam diri Hasbi menggerakkan sang Kakak untuk merubah apa yang dialaminya menjadi sebuh kasus yang harus diselidiki. Hamzah, mengikuti jejak ayahnya menjadi penyidik kepolisian. Dengan segala upaya ia lakukan untuk mencari dalang dibalik semua yang dialami adiknya. Bahkan membentuk sebuah agen bernama AGEN[IUS]. Namun, siapa sangka kesalahpahaman besar timbul ditengah-tengah mereka? "Mari hentikan penyelidikan sampai di sini, Hasbi." "Kenapa? Apa karena yang Abang cari sudah Abang temukan?" "Sejauh ini tidak ada barang bukti spesifik ditemukan dalam kasus Jenna. Tidak ada pelaku yang bisa dijadikan tersangka. Tidak ad -" "Bukan barang bukti, tapi kebenaran. Abang menemukan kebenaran yang aku pun baru tahu. Jika Jenna, sebenarnya cinta pada Abang, bukan?" ___________________________________________ "Menangislah, hatimu baru saja kehilangan. Istirahatlah, ragamu butuh untuk bersandar. Ikhlaslah, ragaku kembali pada Tuhan. Tenanglah, cinta yang kamu khawatirkan sesungguhnya sudah suci terikat dihadapan Tuhan. Pulanglah saat Tuhan sudah menjemputmu, jangan sendirian. Aku akan tetap setia disini menunggumu pulang." -- Amara Jennaira.

More details
WpActionLinkContent Guidelines