We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
CEO Cantik Terjebak Cinta Kakak-Adik

CEO Cantik Terjebak Cinta Kakak-Adik

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 5, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Aprilia Alexander, seorang gadis berusia 25 tahun yang sukses menjadi CEO salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yaitu Xander Advertising. Ia merupakan anak bungsu dari dua bersaudara, usianya bisa di bilang masih cukup muda untuk mengemban jabatan sebagai seorang pemimpin karena kakaknya yang lebih memilih untuk menjadi seorang aktor dari pada meneruskan perusahaan warisan keluarga tersebut. Suatu ketika ia di pertemukan dengan klien perusahaannya yang berasal dari London, klien itu adalah seorang pria dengan postur 185cm. Pria tersebut sangat mirip dengan seseorang yang selalu hadir dalam mimpinya, membuatnya diam-diam mengagumi sosok itu. Di lain hari karena suatu kejadian ia harus berselisih paham dengan seorang pria yang misterius untuknya, sejak kejadian itu mereka sering tidak sengaja di pertemukan dalam keadaan yang tak terduga. Pertemuan demi pertemuan itu membuat benih-benih cinta perlahan mulai tumbuh di antara keduanya, hingga akhirnya mereka mengikat hubungan sebagai sepasang kekasih dan April pun melupakan rasa kagumnya begitu saja pada pria yang selalu hadir dalam mimpinya. Perjalanan cinta mereka tidak serta merta menjadi bahagia begitu saja. Selain halangan restu dari orang tua serta hadirnya orang ketiga yang merupakan pria pilihan papinya yang akan di jodohkan dengannya, tanpa mereka ketahui ternyata pria ini saling memiliki hubungan dengan keduanya. Apakah April dan kekasihnya akan berhasil memperjuangkan cinta mereka? Bagaimana April memberitahu semua orang bahwa di hatinya sudah terisi dengan satu nama? Menegaskan bahwa cintanya hanya untuk sang kekasih dan ia tak menginginkan pria lain lagi. "Aku cinta dia, bukan kamu!" ~ ~ ~ Judul lama : I Love Him, Not You
All Rights Reserved
#16
marquez
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines