Story cover for Two Weeks [Kim Garam] by Authoraja03L
Two Weeks [Kim Garam]
  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Sep 06, 2022
Bahkan aku masih ingat saat mereka memanggil nama ku dengan gembiranya~kim Garam. 

Garam seorang anak yang berjanji kepada ibunya untuk menjadi bintang yang bersinar tapi harus Di hadapi dengan ayah nya yang Egois dan teman teman nya yang tidak baik baik saja terhadap Dirinya.


"Ibu maaf kali ini Garam menangis"


Cerita ini hanya karangan juga mengambil Beberapa dari kisah asli Kim Garam untuk begian lainya murni karangan Author sendiri.

Dan tidak ada hubungannya dengan Kehidupan asli Kim Garam.
All Rights Reserved
Sign up to add Two Weeks [Kim Garam] to your library and receive updates
or
#2kimgaram
Content Guidelines
You may also like
NESTAPA [On Going] by ayudyaIyn
15 parts Ongoing
"Nestapa" kisah tentang seorang anak perempuan yang terlalu cepat memahami arti retak. Kiara lahir di rumah yang dulu dipandang sempurna. Rumah yang hangat, rapi, dan sering dijadikan contoh oleh orang-orang di sekitarnya. Sebagai anak perempuan pertama dan cucu perempuan pertama, ia tumbuh dengan bahu kecil yang sudah dibiasakan menanggung harapan. Ia belajar tersenyum lebih dulu sebelum mengeluh. Ia belajar mengalah sebelum meminta. Namun kesempurnaan itu tidak abadi. Ketika ayahnya berubah, suara yang dulu menenangkan menjadi meninggi, tangan yang dulu melindungi berubah menyakiti, dan kesetiaan perlahan tergantikan oleh perempuan lain. Kiara tidak hanya kehilangan figur, ia kehilangan rasa aman. Sejak saat itu, rumah bukan lagi tempat pulang, melainkan ruang yang penuh kehati-hatian. Kiara tidak pernah benar-benar menangis di depan siapa pun. Ia hanya menyimpan. Maka ketika Naren datang di masa SMP-nya dengan perhatian yang tulus dan kedekatan yang tumbuh tanpa diminta, Kiara tidak serta-merta membuka diri. Ia menyukai, tapi ia takut. Ia dekat, tapi ia menjaga jarak. Trauma membuatnya percaya bahwa mencintai terlalu dalam hanya akan berakhir seperti yang ia saksikan di rumahnya sendiri. Dan ketika fitnah memisahkan mereka, ketika Naren memilih melepas dengan alasan yang terasa janggal dan menyakitkan, Kiara kembali pada satu hal yang paling ia kuasai: diam. Di situlah nestapa itu tinggal. Bukan dalam jerit, bukan dalam amarah yang meledak. Melainkan dalam senyum yang tetap terpasang, dalam langkah yang tetap berjalan, dalam hati yang pelan-pelan belajar menanggung sendiri. Nestapa bukan sekadar kesedihan. Ia adalah perjalanan seorang anak perempuan yang dipaksa dewasa oleh luka, yang tetap berdiri meski tidak pernah benar-benar utuh.
You may also like
Slide 1 of 10
Aleum And 7 cover
SI DINGIN YANG CAIR ( ORINE )  cover
the secret of puppy S2 [lilynn] cover
I LOVE MIMA (Lurah Family) cover
SECRET ADMIRER cover
TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE ) cover
RAPUNZEL (end)  cover
NESTAPA [On Going] cover
I'm So Tired, Can I Give Up? cover
ELEMEN CONTROLLER cover

Aleum And 7

48 parts Ongoing

"Dia Aleum." "Maksudmu?" "Dia adik kita." Hidup mereka rasanya tanpa arah saat sang Ayah yang merupakan orang tua satu-satunya untuk mereka pergi dari dunia ini, ditambah lagi, saat anak tertua dari keluarga Kim memperkenalkan seorang gadis kecil berusia empat tahun yang sedang mengenakan baju duka dihiasi dengan wajah sembabnya. "Kau gila?! Anak ini berusia empat tahun! Jungkook bahkan berusia empat tahun! Bagaimana bisa dia menjadi adik kita?" Anak kedua keluarga Kim menatap kakaknya tidak mengerti, ohhh ayolah, mereka sudah dikagetkan dengan kepergian ayah mereka secara tiba-tiba, tidak lucu jika bercanda dengan membawa anak gadis berusia empat tahun untuk mereka urus. "Aku tidak tahu Yoongi. Nama anak ini ada disurat yang ditulis ayah! Aku bahkan baru melihatnya saat seorang wanita tua membawanya kesini." Yoongi hanya bisa memijat dahinya frustasi, ia menatap anak itu dengan wajah berkerut nya, anak berusia empat tahun, seorang gadis, dam sepertinya terlihat cengeng. "Kau yakin?" "Aku harus yakin, bagaimanapun dia juga bagian dari kita."