My Soulmate Baby Young

My Soulmate Baby Young

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 25, 2025
Disuatu kafe tiga wanita cantik sedang asik bercengkrama, namun hal itu tak berlangsung lama karena seorang remaja mengusik keduanya. "Tante... Kita ketemu lagi.." (tersenyum lebar) "Eh,! Siapa??" "Kamu ngapain ?!" "Tante aku minta tolong dong!" "Apa?" "Tolong, bayarin minuman aku ya.. ya" mata nya membulat memelas "Hah, sini in bill nya." "Makasih Tante." Cup... Kecupan cepat mendarat dipipi kanan ku. Sebelum aku memakinya ia malah kabur dengan kaki panjang nya. "Hah!!! Lima juta?? Tu anak minum apa an?? Emas di cairin,?? GILA !!!". Teriak ku kesal
All Rights Reserved
#618
true
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Love It's You [COMPLETED]
  • The Man
  • PINK IN MY BLUE
  • Lamar Gue!
  • Kopi pahitku
  • Marriage, Not Dating
  • Caramel Macchiato
  • Takdirku dengan Cintamu 💕
  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines