Villain Must be Die

Villain Must be Die

  • WpView
    Leituras 31
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, set 7, 2022
Sebagai Vald Valery, keturunan keluarga bangsawan kerajaan Valedryn, seharusnya aku hidup dengan nyaman. Tapi aku tidak menjalani hidup seperti bangsawan lainnya,melainkan dikurung dalam kastil di tengah hutan belantara. Aku hanya pemuda berusia 18 tahun yang bahkan tidak mahir menggunakan pedang dan tidak punya bakat dalam Sihir Circle. Tidak ada yang memberi tahu alasan kenapa aku harus menjalani hidup seperti ini? Aku hanya mempunyai satu teman yang menjadi penjaga pribadi bernama Demian Drew. Aku hidup sebagai tahanan di kastil hampir sepanjang hidupku tanpa tahu dosa apa yang telah aku lakukan. Sampai suatu hari aku dihadapkan pada Neraka.Aku bukan pahlawan dalam cerita ini, sebaliknya aku adalah Villain. Seperti hampir di semua cerita, Villain selalu mati. Tapi aku pastikan aku tidak akan mati begitu saja. Aku pastikan mereka juga merasakan Neraka sesungguhnya.
Todos os Direitos Reservados
#61
warriors
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • PEONY - Antagonist's Sex Slave
  • kazuchi No Kaze The Bond Beyond The Storm
  • The File : Scarlet Prison
  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • Transmigrasi jadi Paman Vilainess
  • archipelago : the lost king
  • THE OUTSIDERS [END]
  • The Return of The Magician

Dalam novel dewasa berjudul Aggressive, Peony adalah tokoh figuran dan 'mainan ranjang' sang antagonis gila sekaligus second male lead; Kaisar Khezar. Di awal cerita, Peony mati dibunuh Kaisar dalam keadaan mengandung buah hati mereka. Peony, yang namanya sama dengan tokoh tersebut, hidup kembali sebagai Peony dalam novel Aggressive dan memilih untuk mati lebih awal daripada harus menjadi budak Kaisar yang ujung-ujungnya akan tetap mati juga. Hanya saja Peony takut bunuh diri sehingga yang dia lakukan adalah mengganggu Kaisar Khezar agar Kaisar marah dan langsung membunuhnya. Tapi ..., "Yang Mulia, tolong bunuh aku!" teriak Peony. "Bunuh saja aku!" "Apa kau bilang? Cium?" Kembali Khezar mendaratkan ciuman singkat di bibir Peony setelah beberapa ciuman sebelumnya. "Sudah. Mau lagi, hm?" Bukankah Kaisar Khezar benar-benar gila? @kandthinkabout

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo