Story cover for My aladdin [edit] by Devira_michelle
My aladdin [edit]
  • WpView
    Reads 2,215
  • WpVote
    Votes 130
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 2,215
  • WpVote
    Votes 130
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Feb 04, 2015
"Aku beri satu permintaan" ujar jin tampan bagai dewa yunani tersebut.

"Aku pingin kamu jadi pacarku!" Kata gadis culun itu dengan lantang. 

Sang jin pun kebingungan, dia tidak pernah mendapatkan permintaan seperti ini. 

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Apakah si jin mengabulkannya?

See it!

Ini cerita my aladdin yang saya edit kembali, hehhe maaf kemarin labil.
Manatahu ada yang 'kangen' sama cerita saya ini ( meskipun mungkin enggak). Saya kemarin ragu dan pesimis lanjutinnya, tapi mumpung banyak eaktu luang saya update dengan edit. 

Dilarang mengcopy ya :)
All Rights Reserved
Sign up to add My aladdin [edit] to your library and receive updates
or
#114lulu
Content Guidelines
You may also like
Rindu Senin Pagi by Rizardila
25 parts Complete
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata. Kisahku, perempuan bodoh yang terpaksa duduk sebangku dengan laki-laki pintar yang menyebalkan. -- Aku mencarinya di dalam tas, semua isi tas kukeluarkan dan kuletakkan di atas meja. Namun tetap tidak ada. Aku mencari di kolong meja, mencari di bawah meja dan bawah kursi. Hingga sepertinya laki-laki di sebelahku terganggu dengan keribetanku. "Ribet banget." Katanya datar sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Aku menoleh ke arahnya sebentar "Apaan, sih, lu?" Balasku kesal. Lalu lanjut lagi mencari-cari pulpenku di dalam tas. Aku ingat betul selalu meletakkan pulpenku di bagian depan tas. Namun pagi ini entah kenapa ia menghilang. "Kaya enggak ada pulpen lain aja." Ucapnya sinis. "Apaan, sih? Orang gue cuma punya satu! Lagian, lu, temennya lagi susah nyari pulpen, bukannya bantu, malah nyinyir." Balasku kesal. Ia menoleh ke arahku. "Mana ada pelajar ke sekolah cuma bawa pulpen satu?!" "Gue cuma bawa satu." Terdengar suara salah satu siswa yang duduk di bagian belakang. "Gue juga bawa pulpen satu doang." Terdengar suara siswa yang lainnya. "Denger, kan, lu? Bukan cuma gue yang bawa satu pulpen ke sekolah. Banyak! Makanya jangan samain orang-orang sama lu. Mentang-mentang rajin, teliti, rapih, dan semua alat tulisnya lengkap!" "Bawel!" Ketusnya sambil membuka buku catatannya. Ia mulai fokus dengan buku catatannya itu. "Yaudah gue pinjem pulpen lu, satu." "Gue cuma bawa satu." Jawabnya pelan. "Bintaaaang!" Teriakku. Bintang terkejut melihatku. Dan sepertinya seluruh siswa di kelas juga menoleh ke arahku. Termasuk Bu Vivi yang sedang duduk di kursi guru. Aku tertunduk malu setelah tidak sengaja membentak Bintang yang tingkahnya selalu saja seperti minta dimaki-maki.
You may also like
Slide 1 of 9
DEDEL(Zeedel)                                         (Slow Update) cover
No Longer Mate cover
Aku SAYANG Kakak :") cover
DUTRA AZALEA (COMPLETED) cover
Rindu Senin Pagi cover
Ferrell Harland Natio  cover
Perjodohan (Zeesha) cover
THE UNYIELDING  [END] cover
Strong Girl cover

DEDEL(Zeedel) (Slow Update)

17 parts Ongoing

"Gua punya cara yg lebih simpel"Zee "Apaan caranya?"Adel "Lu, jadi pacar gua,gimana?"Zee Ini cerita pertama ku guys,jadi kalo jelek ya maaf aj dah Isi ceritanya pun sesuai mood gua aj sih,karena gua bikin cerita cuma karena gabut heheh