Individu Dialektis

Individu Dialektis

  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Oct 25, 2022
Hai, tidak ada yang menarik di sini. Jika mau membaca kata-kataku, bacalah dengan memakai metode pembacaan liar. Maknailah dengan subjektif, karena objektivitas pun belum tentu benar dan terpuaskan untuk kalian. Sebuah estetika terbentuk melalui diri sendiri, maka dari itu, anggap saja pengarang itu sudah mati seperti yang dikatakan filsuf prancis ini yakni Roland Barthes "kelahiran pembaca mesti berakibat pada kematian penulis". Bahasa yang bicara, bahasa yang beraksi, dan bahasa kalianlah yang memainkan peran. Maaf jika tidak sempurna, aku berada di sini hanya untuk memanifestasikan kehendakku sendiri. Dan juga hasratku menggebu-gebu ketika melihat aplikasi ini, dia memaksa jemariku untuk menekan opsi "Download" Di toko aplikasi. Itu semua adalah bentuk totalitas aku kepada diriku, bukan untuk orang lain. Sekian dariku, seorang individu Dialektis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • CINTA MATI
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • KONSEKUENSI HATI
  • Hopeless
  • Where am I?
  • Mahligai Sunyi
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Won't Stop, Don't Stop ✔

Di akhiri perjalanan mencari jati diriku, tempatku berada adalah tempat ku memulai, pada akhirnya, yang harus kucari adalah awal dari segalanya dan peta jiwaku. Yang dimiliki oleh semua orang, tetapi tidak semua orang bisa menemukannya itulah yang ku cari saat ini... Dulu ada banget rasa gak tahan lagi jalani hidup aku hampir mau mati iya mau bunuh diri, tapi gak tau kenapa ada aja halangan supaya aku, masih tetap hidup, kalau di pikir begitu bodoh nya aku lahir didunia ini. Aku udah gak tahan sama masalah yang selalu datang menghampiri aku dan membuat telinga aku sakit untuk mendengar perkata-perkata yang sudah jelas menyakiti diriku perkata mereka selalu membuat diriku untuk down, dan aku selalu melakukan hal-hal yang gila seperti menampar diri sekuat-kuat nya, mencakar diri sendiri, memukul dada, kepala, mencekik leher, dan terakhir adalah mencoba melakukan hal paling bodoh yaitu bunuh diri. "Aneh banget ya mati nya seperti itu nyusahain keluarga sendiri dan buat malu keluarga sendiri"

More details
WpActionLinkContent Guidelines