Individu Dialektis

Individu Dialektis

  • WpView
    MGA BUMASA 114
  • WpVote
    Mga Boto 12
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadMatureKumpleto Tue, Oct 25, 2022
Hai, tidak ada yang menarik di sini. Jika mau membaca kata-kataku, bacalah dengan memakai metode pembacaan liar. Maknailah dengan subjektif, karena objektivitas pun belum tentu benar dan terpuaskan untuk kalian. Sebuah estetika terbentuk melalui diri sendiri, maka dari itu, anggap saja pengarang itu sudah mati seperti yang dikatakan filsuf prancis ini yakni Roland Barthes "kelahiran pembaca mesti berakibat pada kematian penulis". Bahasa yang bicara, bahasa yang beraksi, dan bahasa kalianlah yang memainkan peran. Maaf jika tidak sempurna, aku berada di sini hanya untuk memanifestasikan kehendakku sendiri. Dan juga hasratku menggebu-gebu ketika melihat aplikasi ini, dia memaksa jemariku untuk menekan opsi "Download" Di toko aplikasi. Itu semua adalah bentuk totalitas aku kepada diriku, bukan untuk orang lain. Sekian dariku, seorang individu Dialektis.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Hopeless
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • Noda dalam Cinta
  • CINTA YANG TERIKAT
  • i am obsessed with you [END]
  • ELEGI ETERNA
  • CINTA MATI
  • Andrien's hair clip
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman