Lucid Dream

Lucid Dream

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 12, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Arcia, dia tengah menatap kekasihnya yang ada didepan mata nya ini dengan haru. Laki-laki yang berstatus sebagai teman masa putih abu-abunya yang sekarang berstatus sebagai suami nya ini membuat Cia terus saja merasa beruntung karena memiliki dia sebagai suami. Segala sesuatu yang ada disuaminya adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan kasih. Lengkap sudah kebahagiaan Cia ditambah dengan hadirnya buah hati mereka yang masih berusia 6 bulan ini. Sebelum tidur Cia menghayal jika saja dia dekat dengan laki-laki yang berstatus suami nya ini sejak masa SMA dulu, pasti lebih menyenangkan rasanya. Hingga saat dia terbangun, semuanya kembali terulang. Kisah masa putih abu-abunya kembali terulang. -LUCID DREAM- "Kamu pernah dengar Lucid Dream?" Arcia menggeleng. Kosa kata itu begitu asing ditelinga Arcia. Arcia memang tidak begitu pintar bahasa inggris hingga dia mampu menerjemahkannya secara langsung. Tapi selama hidupnya, baru kali ini dia mendengar kata itu. Lucid Dream. "Lucid Dream itu mengatur mimpi. Kamu bisa mengatur apapun yang kamu ingin mimpikan selagi kamu tidur" "Memang bisa?" "Bisa. Kamu hanya harus memikirkan apa yang kamu mau impikan. Kamu bisa menjadi apapun yang kamu mau dalam mimpi kamu. Makanya kamu harus sering mikirin aku biar kita selalu ketemu dimimpi. Seru kan? Udah ketemu didunia nyata, ketemu lagi dimimpi" Arcia hanya tersenyum tipis sembari menggeleng. Happy Reading:3
All Rights Reserved
#45
tentanghati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Love You Longer
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Love For Marriage
  • [END] Blind Rainbow
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Inside You

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines