Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Bitter Heart

Bitter Heart

  • WpView
    LECTURAS 64
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, sep 26, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Aku bukanlah orang yang pandai menulis kata-kata. Sebuah tembang asmara ini aku berikan kepada orang yang sangat aku cinta. Aku tak pernah tau, apakah dia mengerti apa yang aku ceritakan ini. Dalam cinta, aku tidak mampu berkata-kata, banyak orang yang mengira bahwa aku sedingin es dikutub utara, namun kau mengatakan berbeda, aku sehangat kopi yang baru saja aku seduh. *** Kisah pilu ini tidak akan pernah ada tanpa adanya dukungan dari kalian. Segala cerita dalam kisah ini adalah fiktif belaka, tanpa adanya campur tangan dari pihak manapun. Apabila ada kesamaan tokoh, latar, plot, dan suasana, itu bukan sebuah kesengajaan. terimakasih yang sudah baca.
Todos los derechos reservados
#133
jauh
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Jejak Waktu [Complete]
  • ARFANAZ (COMPLETED✓)
  • DEVIAN [END]
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • My Ice Prince
  • Yang Dicari
  • My Friend and My Bestfriend
  • No Longer Mate
  • Kelas A [End]

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido