HUZEN AZKARA

HUZEN AZKARA

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 12, 2022
𝙃𝙪𝙯𝙚𝙣 𝘼𝙯𝙠𝙖𝙧𝙖 𝘾𝙤𝙬𝙤𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙨𝙞𝙛𝙖𝙩 𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙗𝙖𝙝 𝙩𝙚𝙧𝙜𝙖𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙢𝙤𝙤𝙙, 𝙘𝙤𝙬𝙤𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙪𝙠𝙖𝙞 𝙤𝙡𝙖𝙝𝙧𝙖𝙜𝙖. 𝙕𝙚𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙜𝙖𝙡𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞, 𝙖𝙥𝙖𝙥𝙪𝙣 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙗𝙚𝙡𝙞 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙝𝙖𝙩𝙞. 𝙉𝙖𝙢𝙪𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙝𝙖𝙜𝙞𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙧𝙞𝙣𝙮𝙖. 𝘼𝙙𝙖 𝙠𝙚𝙠𝙤𝙨𝙤𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙝𝙖𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙉𝙩𝙖𝙝 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙨𝙞𝙣𝙮𝙖. 𝘾𝙪𝙠𝙪𝙥 𝙨𝙪𝙡𝙞𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙕𝙚𝙣 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙙𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙪𝙠𝙖𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖𝙞. 𝙃𝙞𝙙𝙪𝙥 𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙪𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙖𝙩𝙪𝙧 𝙕𝙚𝙣 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙞𝙠, 𝙨𝙤𝙥𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙧𝙖𝙢𝙖𝙝, 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢, 𝙕𝙚𝙣 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙝 𝙕𝙚𝙣 𝙙𝙞 𝙥𝙖𝙜𝙞 𝙨𝙞𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙤𝙧𝙚.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines