Satu-satunya ambisi Zafar setelah lulus sekolah adalah kuliah di salah satu kampus Ivy League. Dia bekerja keras untuk itu. Julukan 'buku berjalan' yang disematkan teman-temannya adalah bukti bahwa dia siswa cerdas yang menjadi kebanggaan sekolahnya.
Aisyah di sisi lain, hanya punya satu hobi di muka bumi ini, membagikan aktivitasnya lewat medial sosial. Dia 'ratu medsos' yang tidak pernah absen membagikan kegiatannya lewat laman sosial pribadinya.
Ketika sebuah kejadian akhirnya membuat mereka berbenturan jalan, keduanya dipaksa keadaan agar hidup di bawah atap yang sama. Zafar membencinya tentu saja, begitu pun dengan Aisyah.
Lantas, alasan apa yang membuat keduanya akhirnya setuju untuk menikah, ketika mereka saling membenci dan memiliki sifat yang begitu bertolak belakang?
"Kau tahu? Kebencian itu hal yang aneh. Satu detik aku tidak ingin melihatmu, tapi detik berikutnya aku justru cemas akan kehilanganmu."