We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
NIRWANA

NIRWANA

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Mon, Nov 21, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
Grita, sahabatku tidak kembali lagi. Kami pergi ke sana. Sebuah sungai kecil dengan air jernih yang sangat indah. Sungai yang hanya diketahui oleh kami berdua. Kami menemukannya saat kami pergi berpetualang ke daerah hutan kecil tidak jauh dari rumah. Sungai itu bukan sungai biasa. Airnya sangat tenang dan jernih. Beberapa pohon ada di sepinggiran sungai. Sebuah anak batang pohon berada tepat di atas sungai kecil itu. Kami biasa duduk di atas pohon itu. Sampai pada suatu hari Grita memutuskan untuk mencoba berenang di dalamnya.
All Rights Reserved
#67
makhluk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata
  • The Starborn [97 Line] | NEW
  • Lembah Arunika
  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • Bayangan di Balik Sekolah
  • Diamas : The Clandestine of Millgrien
  • my true love is different from the others
  • The Silent Code: Shadow of Betrayal

Saat aku masih kecil-sekitar usia tiga tahun-aku belum mengerti bedanya mana yang nyata dan mana yang tidak. Dunia terasa seperti tempat bermain yang luas, dan aku menghabiskan banyak waktu di rumah karena musim hujan. Suatu hari, aku bertemu seorang anak kecil seumuranku berdiri di depan rumah. Kami bermain, tertawa, seperti teman biasa. karena aku masih kecil secara otomatis tidak mengetahui teman ku ini ternyata sesosok yang tak kasat mata dan anehnya hanya aku yang bisa melihat 'dia', teman pertama ku. Yang paling aku ingat adalah sosok ular besar yang muncul di dekat rumah. Bukannya takut, aku malah mendekatinya dan mengusap sisiknya. Aku bahkan sempat bicara dengannya-dan dia menjawab dengan lembut, "Ojo wedi ya nduk cah ayu. Aku uduk kewan seng jahat. Aku mung kepengen dulinan karo putuku seng ayu iki." Aku tidak tahu waktu itu kalau semua itu tidak biasa. Aku hanya seorang gadis kecil yang merasa punya teman bermain. Tapi semakin aku tumbuh, semakin aku sadar... mereka tak pernah benar-benar pergi. Inilah kisah tentang tempat aku tumbuh. Tentang lima teman yang tak kasat mata. Tentang hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika-tapi nyata bagiku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines