Affectum (Perasaan)

Affectum (Perasaan)

  • WpView
    Reads 182
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 9, 2022
- Antologi Puisi - Merajut asa, mengintai kata demi kata yang disusun untuk mewakili sebuah rasa. Kata demi kata yang terangkai menjadi sebuah kalimat singkat yang hangat dan penuh makna. Untaian kata yang penuh makna, sehingga membentuk sebuah hasta karya yang penuh dengan karsa dan unik untuk dibaca. Yang tertulis bukan sekedar sindiran, tapi ungkapan rasa terdalam karena kepedulian dan cinta kasih. Setidaknya membuat estetika membaca menjadi karya candu yang berbeda.
All Rights Reserved
#571
kata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • CATATAN SEBUAH HATI : Puisi Cinta, Luka, dan Kerinduan
  • Mahligai Sunyi
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • Diam
  • PROSA
  • Aksara Tak Bertuan
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines