Membela Jenar

Membela Jenar

  • WpView
    Reads 1,705
  • WpVote
    Votes 204
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 29, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
(SEQUEL: Memesan Doa Jagad) Seluruh selku sedang berupaya menggugat rasa yang terlanjur dalam pada lelaki yang dengan kukuh berniat menikahiku. Aku berusaha mati-matian menolak meski aku mencintainya. Bukan karena perempuan berjiwa bebas sepertiku masih enggan terikat dalam akad. Hanya saja, aku ingin dicintai dengan utuh, diinginkah dengan nyata tanpa kata demi membahagiakan orang tua kita. Bukan aku tak menyukai pria baik, tapi dia terlalu baik sampai-sampai seluruh manusia setuju bahwa dermanya adalah tersenyum pada seluruh dinamika takdir alam semesta. Dia bukan orang jahat yang hanya menjadikanku pelampiasan dari sekian banyak kasihnya yang nggak kesampaian, hanya saja aku adalah orang yang selalu berfikiran jahat. Tak usah mengasihaniku karena selalu memelihara cinta sepihak. Aku sanggup melepaskanmu sebagaimana kau merelakan kekasih-kekasihmu di masa lalu. Walau menggugat perasaan ini berat, namun aku masih bisa kuat walau hanya dengan memelihara satu tekad. Aku tak mau dimiliki oleh orang yang tak menginginkanku ... Dan kenapa kau masih bersikukuh menikahiku? wahai Jenar. Lelaki sakit yang jeroannya nanar. Mumtaz Sabela
All Rights Reserved
#6
falsafah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jodoh Jenaka (COMPLETED)
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Gus Rezvan & Sofia
  • Jodoh Pilihan Allah [END]
  • I Love Gus (OPEN PO)
  • Takdir Yang Tertunda
  • Said Bismillah if you love me
  • mencintaimu dalam do'a
  • Saujana Sandyakala ~ Completed

Perihal rezeki, kematian dan jodoh memang tak pernah ada manusia yang bisa menebaknya. Ini murni ketetapan Tuhan yang tak bisa dibantah lagi. Seperti kamu, aku juga mengharapkan yang paling baik. Jodoh yang baik versiku sudah kudapatkan sejak masih duduk di bangku SMA. Banyak yang iri padaku sebab kutemukan dambaan hati secepat ini, namun ternyata tak mulus perjalannya. Teramat panjang dan berkelok-kelok. Tapi tak apa, aku masih selalu percaya kalimat yang mengatakan bahwa setiap yang baik-baik memang butuh perjuangan dan tidak ada perjuangan yang tak berujung baik. Pun jika hasil perjuanganmu terlihat tak baik, nyatanya selalu ada hikmah di baliknya, kamu hanya perlu melihatnya lebih teliti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines