Broken Perfection

Broken Perfection

  • WpView
    Reads 506
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 2, 2026
Satu sekolah tahu kalau Argara itu nggak punya tandingan. Sampai Bagas datang dengan headband dan bola basketnya, lalu mengusik 'kedamaian' yang Arga miliki. Arga ngelindungi Clara lewat otoritasnya (Kimberly aja langsung kena mental!), tapi Bagas ngelindungi Clara lewat keberadaannya yang selalu ada di saat Arga 'sibuk' sama dunianya. Pertarungan harga diri antara The Busy Leader dan The Basketball Star. Siapa yang akhirnya bakal menangin Final Chapter di hati Clara? 'Ternyata, tawa dari orang asing bisa jadi obat buat luka yang dibuat orang yang paling kita kenal.' • Perjalanan antara Arga dan Clara bukan tentang kebahagiaan, melainkan tentang jarak dan keraguan. Di balik sosok yang terlihat sempurna, tersembunyi rahasia dan keheningan. Bagas hadir membawa tawa dan kenyamanan, namun juga menghadirkan pilihan dan kemungkinan. Ketika satu keputusan berubah menjadi beban yang tak bisa diulang, semuanya menjelma menjadi pertaruhan dan konsekuensi kehidupan. Akankah Clara tetap bertahan dalam keyakinan, atau memilih melepaskan demi masa depan yang penuh ketidakpastian? Karena tak semua cinta berakhir dalam genggaman, dan tak semua kesempurnaan mampu bertahan dari kehancuran.
All Rights Reserved
#823
basketball
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines